Tanjungpinang, mejaredaksi – Sebanyak 560 warga dari Tanjungpinang dan Bintan menunjukkan antusiasme tinggi dalam seminar parenting dan pranikah yang digelar di Aula Wan Seri Beni, Dompak Tanjungpinang, Sabtu (13/9/2025).
Acara ini bertujuan untuk membekali masyarakat dengan pengetahuan penting demi membangun keluarga harmonis dan menekan angka kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) serta perceraian.
Sebanyak 340 peserta hadir di seminar parenting, sementara 220 lainnya mengikuti sesi pranikah. Seminar ini menghadirkan dua pakar, yaitu Satria Hadi Lubis dari Lembaga Manajemen LP2U Jakarta dan Kingkin Annida, seorang aktivis keluarga.
Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kepri, Eva Rabianti, mengungkapkan bahwa tingginya kasus kekerasan di wilayahnya menjadi salah satu alasan utama seminar ini diselenggarakan.
“Hingga Agustus 2025, kami mencatat 303 kasus kekerasan terhadap ibu dan anak di Kepri. Angka ini memprihatinkan,” ujar Eva.
“Seminar ini menjadi langkah preventif untuk mencegah kekerasan, yang sering dipicu oleh faktor ekonomi dan ketidaksiapan membina rumah tangga.” ujarnya lagi.
Ia menambahkan, seminar parenting juga berfokus pada cara mendidik anak agar terhindar dari kenakalan remaja.
Membekali Calon Pengantin dan Orang Tua untuk Masa Depan Lebih Baik
Ketua Yayasan Gurindam Edukasi, Martanto, menjelaskan bahwa kedua seminar tersebut memiliki peran krusial. Seminar parenting membantu orang tua dalam mendidik anak dengan penuh kasih sayang, sementara seminar pranikah membekali calon pengantin dengan kesiapan mental dan finansial.
“Tujuan seminar pranikah ini jelas, yaitu menekan angka perceraian yang marak terjadi karena pasangan belum matang secara mental dan finansial,” tutur Martanto.
Melalui acara ini, peserta tidak hanya mendapatkan edukasi teoretis, tetapi juga kesempatan untuk berdiskusi langsung dengan para narasumber. Dengan demikian, diharapkan mereka bisa menerapkan ilmu yang didapat untuk menciptakan keluarga yang kokoh dan bahagia.











