Tanjungpinang, mejaredaksi – Sebanyak 27 peserta kontingen Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) asal Kepulauan Riau (Kepri) gagal mengikuti Pesparawi Nasional XIV 2026 di Monokwari, Papua Barat, setelah diduga menjadi korban penipuan tiket pesawat.
Ketua Lembaga Pengembangan Pesta Paduan Suara Gerejawi Daerah (LPPD) Kota Tanjungpinang, Ria Ukur Rindu Tondang, mengatakan rombongan telah menerima tiket dari panitia dan dilepas secara resmi oleh Wakil Gubernur Kepri sebelum berangkat menuju Jakarta.
“Tanggal 24 Juni kami berangkat. Sebelumnya, tanggal 16 Juni kami sudah dilepas oleh Wakil Gubernur Kepri di Batam,” ujar Ria, Senin (29/6/2026).
Sesampainya di Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta, para peserta baru mengetahui tiket yang diberikan panitia tidak dapat digunakan karena hanya berstatus pemesanan (booking) tanpa dilakukan pembayaran.
Menurutnya, panitia mengaku telah menjadi korban penipuan oleh pihak travel. Namun, ia menegaskan persoalan tersebut tidak seharusnya merugikan peserta yang telah dipersiapkan untuk mengikuti ajang nasional.
“Mereka bilang mereka ditipu travel. Namun itu urusan mereka, bukan urusan kami sebagai peserta,” tegasnya.
Ia mengaku kecewa karena hanya kontingen Kepri yang gagal diberangkatkan, sementara kontingen dari daerah lain tetap bisa mengikuti perlombaan di Monokwari.
Akibat kejadian tersebut, kontingen Kepri kehilangan kesempatan bertanding sekaligus mengalami kerugian material dan moril setelah terlantar di Bandara Soekarno-Hatta.
Pihaknya berencana menuntut pertanggungjawaban panitia atas kerugian yang dialami seluruh peserta dan akan membahas persoalan tersebut dalam pertemuan bersama Sekretaris Daerah Provinsi Kepri.
“Kami akan menuntut hak dan kerugian yang kami alami. Besok ada pertemuan dengan Sekda,” pungkasnya.










