Dragon Boat Race 2026 Angkat Tradisi 145 Tahun Pelantar III, Dispar Kepri Siapkan Festival Lebih Besar

Tanjungpinang, mejaredaksi – Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Pemprov Kepri) terus mengangkat tradisi lokal sebagai daya tarik wisata budaya.

Salah satunya melalui Pembukaan Dragon Boat Race 2026 di Klenteng Bu Sen Bio, Pelantar 3, Kota Tanjungpinang, yang mengusung tradisi Ranggung Kote atau selamatan laut yang telah diwariskan masyarakat selama lebih dari 145 tahun.

Kepala Dinas Pariwisata Kepri, Hasan, mengatakan kegiatan tersebut merupakan hasil kolaborasi antara Pemerintah Provinsi Kepri dan Yayasan Kelenteng Bu Sen Bio untuk menjaga warisan budaya sekaligus mengembangkannya menjadi atraksi wisata.

“Kami bekerja sama dengan Yayasan Kelenteng Bu Sen Bio di Pelantar 3. Tradisi Ranggung Kote yang sudah berlangsung hampir 145 tahun ini kami angkat menjadi atraksi budaya yang dapat dinikmati wisatawan maupun masyarakat,” ujarnya.

Ribuan masyarakat Tanjungpinang menyaksikan Pembukaan Dragon Boat Race 2026 di Klenteng Bu Sen Bio, Pelantar 3, Tanjungpinang, foto; Dhani

Menurutnya, pelestarian budaya menjadi bagian penting dalam pengembangan sektor pariwisata Kepri. Karena itu, tradisi yang selama ini dijaga masyarakat tidak hanya dipertahankan, tetapi juga dikemas menjadi agenda wisata tahunan.

“Tradisi budaya ini jangan sampai hilang. Kegiatan hari ini melibatkan seluruh klenteng yang ada di kawasan Pelantar I,II,III. Ini bentuk komitmen kita menjaga warisan budaya,” katanya.

Ia mengapresiasi peran Yayasan Kelenteng Bu Sen Bio beserta tokoh masyarakat, yang selama ini konsisten mempertahankan tradisi Dragon Boat di Tanjungpinang.

Menurutnya, keberhasilan menjaga tradisi tersebut menjadi modal penting untuk mengembangkan festival yang lebih besar pada tahun mendatang.

“Tahun depan, sesuai arahan Pak Gubernur, kita ingin membuat Dragon Boat Race yang lebih besar, tetapi tetap mempertahankan nilai-nilai tradisi budayanya. Kami sudah berdiskusi dengan para tokoh budaya dan mudah-mudahan tahun depan bisa kita laksanakan dengan skala yang lebih besar,” jelasnya.

Selain melestarikan budaya, kegiatan tersebut juga diharapkan mampu menggerakkan perekonomian masyarakat melalui sektor pariwisata.

Ribuan masyarakat Tanjungpinang menyaksikan Dragon Boat Race di Pelantar III Tanjungpinang, foto; Dhani

Hasan mengatakan Dinas Pariwisata Kepri telah menggandeng Association of the Indonesian Tours and Travel Agencies (ASITA) dan Association of The Indonesian Tours and Travel Agencies (API) untuk menghadirkan wisatawan menyaksikan festival tersebut.

“Tujuan utamanya juga untuk menggerakkan ekonomi masyarakat. Kami bekerja sama dengan ASITA dan API sehingga ada wisatawan yang datang khusus menyaksikan atraksi budaya ini,” ujarnya.

Ia berharap Dragon Boat Race dapat terus berkembang menjadi salah satu agenda wisata unggulan Kota Tanjungpinang yang mampu menarik lebih banyak wisatawan sekaligus memperkuat identitas budaya Melayu dan Tionghoa yang hidup berdampingan di Kepulauan Riau.

“Kami ingin ini menjadi atraksi wisata budaya yang terus berkembang dan menjadi kebanggaan masyarakat Kepri,” tutup Hasan.