Dua Nelayan Bengkong Dipulangkan, Wagub Kepri Tegaskan Pentingnya Edukasi Batas Laut

Batam, mejaredaksi – Dua nelayan asal Bengkong, Kota Batam, Salam dan Suhardi, akhirnya dipulangkan setelah sempat ditahan oleh pihak Malaysia akibat dugaan pelanggaran batas wilayah laut pada 12 Maret 2025.

Kepulangan mereka disambut langsung oleh Wakil Gubernur Kepulauan Riau, Nyanyang Haris Pratamura, dalam sebuah prosesi serah terima di atas Kapal Negara (KN) Pulau Nipah-321 di Pelabuhan Batu Ampar, Batam, Rabu (19/3/2025).

Dalam sambutannya, Wagub Nyanyang mengapresiasi upaya cepat yang dilakukan berbagai pihak, terutama Badan Keamanan Laut (Bakamla) Zona Barat, yang dikomandoi Laksamana Pertama TNI Bambang Trijanto, dalam memulangkan kedua nelayan tersebut.

“Ini merupakan hasil kerja cepat dan baik yang dilakukan terutama oleh Bakamla Zona Barat di bawah pimpinan Laksamana Pertama TNI Bambang Trijanto, yang langsung menjemput kedua nelayan tersebut,” ujarnya.

Lebih dari sekadar pemulangan, Wagub Nyanyang menegaskan pentingnya edukasi bagi para nelayan di Kepri agar lebih memahami batas wilayah laut yang diperbolehkan. Hal ini menjadi krusial untuk menghindari kasus serupa terulang di masa depan.

“Kami juga menghimbau kepada nelayan-nelayan kita saat pergi melaut agar memastikan perlengkapan dan pendukung keselamatan kerja selalu diperhatikan dengan baik, guna menghindari hal-hal yang tidak kita inginkan,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Bakamla Zona Barat, Laksamana Muda TNI Bambang Trijanto, menjelaskan bahwa koordinasi intensif dengan Konsulat Jenderal RI di Johor serta Agensi Penguatkuasaan Maritim Malaysia (APMM) menjadi kunci utama dalam pembebasan kedua nelayan ini.

“Kami langsung berkoordinasi dengan Konsulat Jenderal RI di Johor Malaysia, sekaligus berkomunikasi intensif dengan pihak APMM Malaysia. Terlebih kami juga memiliki hubungan baik dengan mereka,” jelasnya.

Setelah melalui proses hukum di Malaysia, keduanya dinyatakan tidak bersalah dan akhirnya dipulangkan. Penjemputan dilakukan di batas wilayah laut tiga negara, yaitu Indonesia, Malaysia, dan Singapura.

Turut hadir dalam prosesi serah terima tersebut Kepala Badan Pengelolaan Perbatasan Daerah (BP2D) Provinsi Kepri, Doli Boniara, serta Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) Provinsi Kepri, Hendri Kurniadi.

Editor: Andri

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *