Fakta Baru Pembunuhan Waria di Tanjungpinang, Pelaku Sodomi Korban saat Sudah Tewas

Tersangka Denni saat Memperagakan Adegan Menyodomi Korban yang Sudah Tewas (M.Ismail)

Tanjungpinang, mejaredaksi – Denni (38) tersangka pembunuhan waria di Kota Tanjungpinang, Provinsi Kepri ini sempat menyodomi Herman (korban) saat sedang tidak bernyawa.

Hal ini terungkap saat tersangka Denni memperagakan adegan tersebut, dalam rekonstruksi pembunuhan Herman di Taman Kota, Jalan Diponegoro Tanjungpinang, Senin (13/11).

Sebelum nekat melakukan pembunuhan, korban dan pelaku sempat melakukan hubungan badan sesama jenis, pada Selasa 31 Oktober dini hari. Usai berhubungan badan, Denni memberi uang Rp.10 ribu kepada korban

Korban sempat tidak terima, lantaran tarif sekali kencan senilai Rp.50 ribu. Kemudian terjadi cekcok mulut dan tersangka kesal, lantaran korban mengeluarkan kata-kata yang menyakitkan hati.

Tersangka Denni langsung memukul kepala korban menggunakan tangannya. Korban pun terjatuh ke tanah, di sela-sela kursi beton. Tidak sampai disitu, Denni kembali menendang dan menginjak leher korban.

Tersangka lagi-lagi meluapkan emosinya, dengan memukul kepala korban menggunakan batu yang berada didekatnya. Korban pun meregang nyawa. Namun, tersangka malah membuka pakaian korban, dan kembali menyodomi.

Usai menyodomi korban yang sudah tidak bernyawa, Deni mengambil kayu panjang dan melapisi dengan pakaian korban. Kayu itu ditusuk oleh Denni ke dalam anus (dubur) korban.

Tidak sampai disitu, Deni kemudian mengambil kayu balok kecil yang ada di taman tersebut. Ia kembali memukul kepala korban berkali-kali menggunakan kayu tersebut.

Kapolresta Tanjungpinang, Kombes Heribertus Ompusunggu, ada lebih kurang ada 43 adegan yang diperagakan oleh tersangka kasus pembunuhan yaitu Deni.

“Adegan 13 korban dan tersangka melakukan hubungan sesama jenis. Kemudian adegan 15 hingga 27, tersangka memukul pakai batu, menusuk kemaluan, lalu memukul lagi pakai kayu,” ungkap Heribertus.

Pada adegan berikutnya, jelas Heribertus, saat korban telah meregang nyawa, tersangka kembali melakukan sodomi untuk memuaskan nafsunya.

“Dari hasil autopsi, korban kehilangan nyawa akibat dipukul pakai batu berkali-kali,” pungkasnya.

Penulis: M.Ismail
Editor: Syaiful

Berita terkait: 43 Adegan Diperagakan Dalam Rekonstruksi Pembunuhan Waria di Tanjungpinang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *