
Tanjungpinang, MR – Harga daging ayam segar di Pasar Bintan Center Kota Tanjungpinang, beberapa hari terakhir mengalami kenaikan.
Kenaikan tersebut diperkirakan karena stok daging ayam yang mulai menipis dan meningkatnya permintaan, menjadi alasan pedagang pasar untuk menaikan harga perkilogramnya.
Salah seorang pedagang, Lintang mengaku tidak mengetahui penyebab stok ayam yang menipis. Sebab, ayam yang ia jual diambil dari peternak setempat.
“Kita ambil ayam di batu 18, penyebab sedikitnya ayam ini kurang tau, karena berapa ada ayam ya udah itu yang kita bawa terus dipotong, sudah seminggu ini lah stok nya dikit,” ujar Lintang, Senin (14/8/2023).
Saat ini, Lintang mengaku hanya mampu membawa 100 kilogram ayam untuk dijual. Padahal sebelumnya, dalam sehari ayam yang ia jual sebanyak 150 kilogram.
Menurut lintang, 100 kilogram sehari tidak cukup. Sebab, permintaan pembelian oleh masyarakat cukup tinggi.
“Mau tidak mau berapa yang ada aja kita jual, kadang mereka pesan dulu biar dapat kan, hari ini aja sisa beberapa ekor lagi,” ungkapnya.
Harga daging ayam yang Lintang jual senilai Rp 40 ribu per kilogram, yang sebelumnya hanya Rp38 ribu per kilogram.
Sementara pedagang lainnya, Muslim juga mengungkapkan hal senada terkait berkurangnya stok ayam. Saat ini, ia mengaku hanya menjual ayam yang berukuran kecil.
“Mana ada yang beli, beratnya cuma 7 ons, biasa kan yang besar itu 2 kilo lebih, ini 7 ons tulang aja, tak taulah ini macam mana bisa kayak gini, ayam kecil kurang lakunya,” terang Muslim.
Naiknya harga daging ayam, membuat pembeli mengeluh. Abet, seorang pedagang sito ayam ini kaget, lantaran harga ayam yang merangkak naik.
“Lah kok bisa naik lagi, kaget sih awalnya, baru aja kemarin turun kan, ya gimana lagi kita butuh kan untuk jualan, terpaksa beli, cuma saya kurangi saja aturannya beli 3 kilo tadi cuma beli 2 kilo,” pungkasnya.
Penulis: M.Ismail
Editor: Rico Barino






