Tanjungpinang, mejaredaksi – Kondisi Jalan Cendrawasih di Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau, kembali menjadi sorotan. Ruas jalan yang berada di kawasan permukiman itu mengalami kerusakan cukup parah dan dinilai mengganggu keselamatan pengguna jalan, terutama pengendara sepeda motor.
Terlihat hampir di sepanjang Jalan Cendrawasih terdapat lubang dengan bekas tambalan beton yang telah kembali rusak. Pengendara roda dua maupun roda empat terpaksa melaju perlahan dan ekstra waspada agar terhindar dari kecelakaan.
Warga setempat, Sri Rahmawati, mengungkapkan kerusakan jalan tersebut bukan terjadi baru-baru ini. Menurutnya, kondisi itu sudah berlangsung selama bertahun-tahun tanpa perbaikan dari pemerintah daerah.
“Bahaya, bolong-bolong gitu jalannya. Dulu memang pernah ditambal, tapi cuma disemen, sekarang rusak lagi,” ujar Sri.
Ia menyebut, beberapa pengendara sepeda motor pernah mengalami kecelakaan tunggal akibat lubang jalan, terutama pada malam hari. Minimnya penerangan membuat lubang sulit terlihat dan kerap menjadi jebakan tak kasatmata.
“Sering orang jatuh, apalagi malam-malam. Lampu jalan juga kurang, jadi lubangnya tidak kelihatan,” tambahnya.
Karena khawatir akan keselamatan pengguna jalan, Sri mengaku terpaksa menambal lubang tepat di depan rumahnya dengan material seadanya. Upaya itu dilakukan secara mandiri agar tidak ada pengendara yang terjatuh.
“Kita tambal sendiri. Katanya mau diperbaiki pemerintah, tapi sampai sekarang belum ada,” katanya.
Ketua RT 001 RW 003 Kecamatan Tanjungpinang Timur, Eko, membenarkan bahwa beberapa warga memilih melakukan perbaikan swadaya. Namun, metode tersebut dinilai tidak bertahan lama.
“Ada warga yang pakai semen atau tanah, tapi tetap rusak lagi. Ini memang butuh perbaikan serius,” ujarnya.
Ia menambahkan, laporan terkait kondisi jalan telah disampaikan kepada Pemerintah Kota Tanjungpinang. Warga berharap perbaikan dapat segera dilakukan secara permanen.
“Harapannya bisa segera diperbaiki, kalau bisa diaspal agar lebih awet dan aman,” pungkas Eko.











