Batam, mejaredaksi – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di kawasan Seranggong, Sei Raya, Kelurahan Sembulang, Kota Batam, berhasil dipadamkan oleh tim gabungan pada Rabu (11/3/2026) dini hari.
Penanganan kebakaran ini melibatkan personel Direktorat Samapta Polda Kepulauan Riau bersama Tim SAR Satbrimob Polda Kepri. Sebanyak 38 personel dikerahkan ke lokasi setelah adanya laporan masyarakat mengenai munculnya titik api di kawasan tersebut.
Tim yang dipimpin IPDA Biliko bergerak menuju lokasi dengan dukungan satu unit kendaraan minibus pengangkut personel serta satu unit Armoured Water Cannon (AWC) berkapasitas enam ton air.
Setibanya di lokasi, personel langsung berkoordinasi dengan sejumlah unsur penanganan kebakaran, di antaranya petugas Pemadam Kebakaran, Manggala Agni, BKSDA, serta jajaran Polresta Barelang yang dipimpin Kapolsek Galang.
Proses pemadaman menghadapi tantangan berat karena lokasi kebakaran berada di wilayah perbukitan dengan akses jalan yang terbatas menuju titik api. Untuk menjangkau area tersebut, tim membuka jalur menggunakan kendaraan roda dua.
Pemadaman kemudian dilakukan menggunakan pompa portable yang memungkinkan petugas mengambil sumber air dari lokasi yang cukup jauh dari titik api.
Selain pemadaman di darat, Tim SAR Satbrimob Polda Kepri juga melakukan pemantauan dari udara menggunakan drone untuk memastikan posisi titik api dan memantau kondisi di sekitar lokasi kebakaran.
Setelah upaya pemadaman intensif, api akhirnya berhasil dipadamkan sekitar pukul 05.00 WIB. Tim gabungan kemudian melanjutkan proses pendinginan guna memastikan tidak ada titik api yang kembali muncul.
Direktur Samapta Polda Kepri Kombes Pol Joko Adi Nugroho melalui Kabidhumas Polda Kepri Kombes Pol Dr Nona Pricillia Ohei mengapresiasi kesigapan seluruh personel yang terlibat dalam penanganan kebakaran tersebut.
“Kami mengapresiasi kerja keras seluruh personel di lapangan yang telah bekerja dengan penuh dedikasi meskipun menghadapi medan yang cukup sulit,” ujarnya.
Ia menegaskan, sinergi antarinstansi menjadi faktor penting dalam mengatasi kejadian yang berpotensi membahayakan lingkungan maupun masyarakat.












