
Tanjungpinang, MR – Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) melaporkan adanya peningkatan kasus flu Singapura pada anak-anak berusia lima tahun ke bawah di Tanjungpinang.
Muhammad Rizqa, Ketua IDAI Provinsi Kepri, mengungkapkan bahwa setidaknya 4 anak per hari mengunjungi RSUP Raja Ahmad Tabib (RAT) untuk mendapatkan perawatan akibat flu Singapura. Mayoritas pasien ini berusia sekitar empat tahun dan mengalami gejala yang serupa.
“Penderita flu Singapura biasanya mengeluhkan sariawan yang banyak di dalam mulut, diikuti oleh ruam di kaki dan tangan. Gejala lain yang umum dialami adalah penurunan nafsu makan, demam, dan ketidaknyamanan saat menelan makanan,” ujar Rizqa, Jumat (25/8/2023).
Rizqa menjelaskan bahwa penyakit ini dapat menyebabkan kekurangan cairan dalam tubuh anak. Anak-anak yang terinfeksi cenderung menolak makan, mengalami kenaikan suhu tubuh, bahkan muntah-muntah. Pasien yang muntah biasanya harus dirawat inap selama 2 hingga 3 hari.
Penularan flu Singapura terutama terjadi pada anak-anak, dengan kemungkinan penularan melalui percikan ludah, batuk, atau berbagi wadah makanan dengan penderita.
Oleh karena itu, Rizqa mengingatkan para orangtua untuk mendidik anak-anaknya tentang pentingnya mencuci tangan setelah bermain di luar rumah, sebagai upaya pencegahan penularan penyakit ini.
“Kepri merupakan wilayah yang mengalami banyak kasus. Setiap hari, lebih dari 4 pasien datang untuk konsultasi atau perawatan terkait flu Singapura,” tambah Rizqa.
Rizqa juga menekankan bahwa anak-anak di bawah usia empat tahun memiliki risiko lebih tinggi terkena flu Singapura karena sistem kekebalan tubuh mereka yang belum sepenuhnya berkembang.
Meski demikian, Risiko ini tidak tertutup bagi anak-anak di atas lima tahun. Meskipun jarang, kasus serupa juga bisa terjadi pada kelompok usia tersebut.
“Kita tidak boleh mengabaikan potensi infeksi pada anak di atas lima tahun, meskipun risikonya lebih rendah,” pungkas Rizqa.
Pihak berwenang dan masyarakat setempat di Kepri kini bekerja sama untuk mengatasi penyebaran flu Singapura ini dengan meningkatkan kesadaran tentang kebersihan dan langkah-langkah pencegahan yang diperlukan.
Penulis: Ismail
Editor: Panca












