
Tanjungpinang, MR – Lembaga Perlindungan Konsumen (LPK) Kepulauan Riau melayangkan surat pemberitahuan kronologis dugaan penggantian kemasan beras Bulog yang diduga terjadi di Tanjungpinang ke Mabes Polri.
Ketua LPK Kepri, Riyan Hidayat mengatakan, surat diserakhan kepada Karojianstra SDM Polri, Brigjen Sri Eko Pranggono, pada Jumat (20/10/2023).
“Kita sudah ketemu perwakilan Mabes Polri yang mana kebetulan berada di Tanjungpinang,” ujar Riyan di Tanjungpinang, Jumat (20/10/2023).
“Kami menyampaikan kronologis yang kita dapatkan. Pak Sri Eko akan meneruskan surat ini,” tambah Riyan lagi.
Menurutnya, LPK Kepri telah meminta klarifikasi kepada pihak terkait, seperti Bulog dan Disperindag setempat disebabkan dugaan pengemasan ulang beras Bulog ini sangat meresahkan masyarakat.
“Banyak masyarakat mengeluh, membeli beras tidak sesuai dengan kualitasnya. Jadi ini yang kami tekankan dan sampaikan ke Mabes Polri,” ungkapnya.
Surat yang dilayangkan ke Mabes Polri ini, kata Riyan berisikan fakta yang diterima LPK. Kemudian klarifikasi perdamaian, dan beberapa sampel beras yang diedarkan CV Adil Mitra Sembada Tanjungpinang.
Ia juga meminta Mabes Polri dan pihak terkait lainnya untuk melakukan investigasi terkait hal ini. LPK sendiri sudah menyiapkan sejumlah sampel beras tersebut.
“Ketika investigasi dibuka, kami siap memberikan sampel beras nya jika Mabes Polri memintaya. Sampel kita dapatkan di Kawal dan Kijang Bintan,” ungkapnya.
Ia berharap, investigasi untuk mengungkapkan masalah ini akan segera dilakukan. Sebab, tindakan pengemasan ulang beras ini merugikan konsumen dan negara.
“Apalagi dugaan beras Bulog diedarkan dengan tidak sesuai tupoksinya,” pungkasnya.
Diketahui, Video aktivitas ganti kemasan beras premium bulog ke kemasan lain beredar sejak beberapa waktu lalu.
Aktivitas ini diduga terjadi di Toko Adil di Kota Tanjungpinang, Provinsi Kepri.
Dalam video berdurasi tiga menit terebut terlihat para pekerja sibuk memindahkan isi beras premium Bulog ke kemasan lain.
Dalam video juga terlihat beras bermerk Sunkist, dan Anak Terbang.
Video aktivitas ganti karung beras Bulog ini beredar di Youtube. (*)
Penulis : M Ismail
Editor: Andri







