PAD Batam Naik 131 Persen, Amsakar Dorong Penguatan Lapangan Kerja

Batam,mejaredaksi – Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Batam meningkat 131 persen dalam lima tahun terakhir.

Kenaikan tersebut dinilai menjadi modal untuk memperkuat pembangunan sekaligus mendorong penciptaan lapangan kerja.

Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, mengatakan realisasi PAD Batam meningkat dari sekitar Rp975 miliar pada 2020 menjadi Rp2,253 triliun pada 2025.

“PAD kita dari tahun 2020 sekitar Rp975 miliar, kemudian tahun 2025 sudah Rp2,253 triliun. Artinya tumbuh sekitar 131 persen,” ujarnya dalam Seminar Rembug Fiskal Komisariat Wilayah (Komwil) I APEKSI 2026 di Harris Hotel & Suites Nagoya Batam, Kamis (27/8/2026).

Menurutnya, peningkatan PAD sejalan dengan perkembangan aktivitas ekonomi Batam. Pertumbuhan ekonomi pada 2025 mencapai 6,76 persen dengan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) sekitar Rp253,64 triliun.

Sementara itu, realisasi investasi sepanjang 2025 mencapai Rp69,3 triliun. Hingga semester pertama 2026, investasi Batam telah mencapai Rp38,97 triliun.

Ia mengatakan pertumbuhan industri dan investasi perlu diikuti dengan kesiapan tenaga kerja agar peluang ekonomi yang terbentuk dapat dimanfaatkan masyarakat.

“Kita perlu memastikan pertumbuhan industri diikuti kesiapan tenaga kerja yang memiliki keterampilan sesuai kebutuhan dunia usaha,” katanya.

Ia menyebut tingginya arus migrasi ke Batam menjadi salah satu tantangan ketenagakerjaan. Sebagian pencari kerja yang datang belum memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan industri.

Karena itu, Pemko Batam terus mendorong peningkatan keterampilan tenaga kerja melalui berbagai program pelatihan. Upaya tersebut diharapkan dapat mempertemukan kebutuhan dunia usaha dengan kemampuan pencari kerja.

Pada 2025, kontribusi PAD terhadap total pendapatan daerah Batam mencapai 54,36 persen. Hingga Juli 2026, realisasi PAD telah mencapai sekitar Rp1,482 triliun.

Iamenegaskan penguatan fiskal daerah harus berujung pada peningkatan kualitas pelayanan dan kesejahteraan masyarakat.

“Fiskal daerah itu harus mampu menjawab kebutuhan masyarakat, baik infrastruktur, pendidikan, kesehatan, persampahan maupun persoalan banjir,” ujarnya.

Selain penguatan PAD, Pemko Batam juga mendorong penyederhanaan proses investasi agar kegiatan usaha dapat berkembang dan membuka lebih banyak kesempatan kerja.

“Yang kita dorong adalah bagaimana proses investasi di Batam bisa lebih cepat, sederhana, dan memberikan kepastian bagi para pelaku usaha,” pungkasnya.