
BINTAN- Kabupaten Bintan di Provinsi Kepri dikenal dengan pemerintahan yang sangat fokus terhadap kesehatan masyarakatnya. Meskipun sudah ada program BPJS dari pemerintah pusat, Bupati Bintan, Apri Sujadi tetap menjalankan program berobat gratis karena lebih diminati masyarakatnya. Apri mengatakan jika dulu RSUD Bintan hanya menangani 200-300 pasien per bulannya, kini angkanya mencapai 2000 pasien per bulan.
Tingginya lonjakan angka pasien menjadikan para petugas RSUD harus lebih kerja keras. Beban kerja tenaga medis rumah sakit semakin berat dan perlu perhatian khusus. Apri meminta Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TPAD) Bintan segera mencari formulasi mengatasinya. “Animo masyarakat terhadap layanan program berobat gratis sangat tinggi. Tentu kita harus melihat kekuatan tenaga medisnya juga” kata pria yang juga Ketua DPD Kepri Demokrat ini.
Mantan Wakil Ketua DPRD Kepri ini mengatakan ada dua opsi yang mungkin bisa dijadikan referensi. Diantaranya menaikkan insentif atau menambah jumlah personil tenaga medis dan perawat. Dengan begitu pelayanan bisa dibagi dalam dua shift pagi dan malam di seluruh puskesmas.
Menanggapinya, Ketua DPD Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Cab Kabupaten Bintan Pandapotan Hutabarat mengatakan seluruh perawat di Kabupaten Bintan siap mendukung kesuksesan program pemerintah daerah di bidang kesehatan. Dirinya juga sangat mengapresiasi atas kebijakan Bupati Bintan yang berkeinginan memperhatikan insentif bagi tenaga perawat.
” Tentunya kami sangat senang pemerintah daerah perhatian dan apresiasi kerja keras perawat ” kata Pandapotan.
Pandapotan mengatakan saat ini jumlah perawat yang sudah memiliki Surat Tanda Registrasi (STR) Perawat terampil di Kabupaten Bintan baru 295 orang. Kedepannya ditargetkan bisa mencapai 500 perawat dalam waktu dekat sudah harus memiliki STR. (Ro)












