
Jakarta, MR – Pemerintah pusat melalui Kemkominfo menargetkan migrasi TV analog ke TV digital tuntas hingga akhir 2022. Hal tersebut seiring dengan dilakukannya analog switch off (ASO) secara bertahap.
Dikutip dari laman resmi siarandigital.kominfo.go.id, Kemenkominfo menyatakan pada 2 November 2022 pemerintah akan mengakhiri siaran TV analog di seluruh Indonesia.
Adapun jadwal tersebut sudah ditetapkan Kemenkominfo, yakni tahapan pertama 30 April 2022 mencakup 56 wilayah layanan hampir di seluruh Indonesia yakni ada 116 Kabupaten/Kota.
Kemudian, tahap kedua 25 Agustus 2022 di 110 Kabupaten/Kota. Dan tahap akhir di 2 November 2022 di 65 Kabupaten/Kota. Begitu tahap satu wilayah migrasi ke televisi digital maka siaran analog segera berakhir.
Staf Khusus Menteri Komunikasi dan Informatika Kemkominfo, Rosarita Niken Widiastuti, menyatakan siaran TV digital akan jadi lebih mudah diakses ketika ASO sudah selesai. Karena dengan ASO saluran kanal TV jadi lebih efisien, dimana dalam satu kanal bisa ada 6 hingga 12 TV jika dengan digital.
“Ini akan menyisakan frekuensi untuk perluasan intenet tadi dan juga pengembangan teknologi 5G,” kata Niken dilansir dari laman kpi.go.id.
Saat ini, lanjutnya, masyarakat membutuhkan akses intenet yang gampang diakses sekaligus lancar. Menurutnya, perubahan teknologi atau pergantian sistem ini adalah keniscayaan dan tidak bisa dihindari.
Contohnya, pengalaman pergantian ini telah dialami masyarakat pada kurun waktu lalu seperti pergantian dari TV hitam putih ke TV berwarna. “Ada teknologi tentu ada perubahan. Sekarang ini adalah eranya digital,” tuturnya.
Sayangnya, kata Niken, keinginan tersebut belum sepenuhnya terpenuhi karena adanya keterbatasan termasuk soal infrastruktur.
“Jika Indonesia sudah menata ulang seluruh frekuensinya ini akan menyisakan ruang untuk internet 5G yang kecepatannya luar biasa hingga 200 kali lebih cepat dari kemampuan teknologi 4G yang ada sekarang,” terangnya.
Lebih lanjut Niken menjelaskan, siaran TV digital lebih bersih gambarnya, jernih suaranya, canggih teknologinya, dan banyak programnya. Paling penting, dijamin gratis menontonnya.
Masyarakat terus edukasi bahwa migrasi siaran TV analog ke siaran TV digital tak hanya memberi manfaat secara teknis. Perubahan sistem siaran ini akan menghasilkan keuntungan lebih besar lagi khususnya bagi masyarakat.
“Terutama dalam mengakselerasi penerapan digitalisasi secara menyeluruh termasuk mengakses internet secara mudah, cepat dan terjangkau,” sebutnya. (Ism)












