Rekonstruksi Pembunuhan Janda di Tanjungpinang, Polisi : Ada 36 Adegan

Rekonstruksi pembunuhan janda saat berada didalam kamar korban, f : ist

Tanjungpinang, MR – Kepolisian Sektor (Polsek) Tanjungpinang Timur dan Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres setempat melakukan rekonstruksi pembunuhan janda empat anak, Senin (25/1/21) siang.

Pelaku pembunuhan terhadap janda cantik di Tanjungpinang Reni (30), adalah seorang montir yang bekerja di bengkel mobil I’m Auto Car depan Pos Polisi Kota Piring Tanjungpinang, bernama Hendra (22).

Ada sebanyak 36 adegan yang dilakukan oleh pelaku dalam melakukan aksi pembunuhan tersebut. Mulai dari pelaku mengambil obeng di bengkel mobil I’m auto car untuk mencongkel jendela hingga kabur melarikan laptop milik korban.

“Ada 36 adegan yang diperagakan, dari mengambil obeng di bengkel dia berkerja, lalu masuk melalui jendela belakang rumah korban dengan menggunakan obeng tersebut,” ujar Kanit Reskrim Polsek Tanjungpinang Timur, Ipda Sidiq Amin usai rekonstruksi.

Ipda Sidiq menyebutkan, sebelum terbunuh Reni sempat melakukan perlawanan terhadap Hendra. Hal itu terbukti saat diperagakan dikamar korban.

“Waktu pembunuhan ada di adegan 23 hingga 29, cara pelaku membunuh dengan memiting leher korban. Karena korban melawan, dan langsung dicekik pelaku,” sebutnya.

Sidiq menuturkan, sebelum kejadian pembunuhan itu korban sedang dalam keadaan tidur dan tanpa berpakaian. Namun saat tersangka berhasil masuk kedalam rumah korban dan ingin melakukan pencurian, kata dia Hendra menginjak pelastik.

Hal itu juga, sambung dia membuat korban Reni yang sedang tertidur pulas mendengar, dan melihat pelaku serta langsung berteriak meminta tolong.

“Berteriak meminta tolong, lalu decekik pelaku. Korban sempat mengambil pisau di adegan 27. Pisau ada 2 adegan, ada perlawanan jatuh pisaunya, terus diambil lagi, korban mengambil langsung memegang mata pisau, makanya ada luka dijari korban,” tambahnya.

Sidiq menyampaikan, motif pembunuhan yang dilakukan pelaku terhadap Reni murni pencurian. Dirinya mengakui, untuk sementara ada 9 orang saksi.

“Motifnya real pencurian, karena ketahuan dari korban makanya ada perlawanan. Untuk saksi masih didalami, sementara baru ada 9 orang,” tukasnya.(red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *