
Bintan, MR – Ratusan imigran pencari suaka atau para pengungsi (refugees) asal Afghanistan menggelar aksi unjuk rasa dengan sejumlah tuntutan di Hotel Badhra Resort, Toapaya Asri, Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Rabu (25/8/2021).
Dari pantauan media ini, para pengungsi asal Afghanistan tersebut membawa poster, spanduk dengan bertuliskan “We hope our cry for freedom could be hear by third resettlement countries! Please help Afghan refugees in Indonesia!” dan “We die in Indonesia everyday and our families in Afghanistan. Please help us!” selain itu juga ada bertuliskan bahasa Indonesia “Tolong cegah pengungsi lain dari tindakan bunuh diri”.
Terlihat juga sejumlah aparat kepolisian terlihat berjaga-jaga di lokasi. Para pengunjuk rasa meneriakkan yel-yel “We want justice”. Unjuk rasa terpantau tertib, ratusan pengungsi ini mengenakan masker walaupun tidak berjarak.
Pencari suaka asal Afghanistan ini, menuntut kejelasan nasib mereka di Indonesia untuk bisa segera dipindahkan ke negara ketiga sebagai pengungsi.
Salah satu pengungsi Afghanistan, Yahya Zamili menyampaikan bahwa rata-rata pengungsi disini sudah tinggal di Bintan sejak 8 sampai 11 tahun. Namun ia mengatakan hingga saat ini belum ada kejelasan dari pihak UNHCR.
“Aksi ini bukan yang pertama, sudah sekian kali kami lakukan. Namun hingga saat ini tidak kunjung mendapatkan kejelasan status penempatan. Dia meminta agar organisasi kemanusiaan dunia (UNHCR) tidak hanya janji,” ungkap Zamili yang sudah fasih berbahasa Indonesia.

Ia kembali mengatakan, bahwa saat ini negara Afghanistan telah dikuasai Taliban sehingga membuat warga Afghanistan disana banyak yang lari dan mengungsi. Saat ini Afghanistan tidak ada yang aman, mereka hanya minta keamanan sekarang.
“Sedangkan kami disini sudah lama menunggu, kami tidak berdaya. Kami memohon, bisa dengar suara kami. Sudah banyak dari kami yang bunuh diri. Kami berharap negara ketiga bisa menerima pengungsi dari Indonesia,” katanya.

Sehingga Ia dan pengungsi lainnya, berharap dari organisasi kemanusiaan dunia dan pemerintah Indonesia dapat memberikan bantuan perlindungan kepada warga Afghanistan yang hidup dalam kecemasan dan tekanan Taliban.
“Saya berharap warga Afghanistan disana mendapat perindungan. Kami benar-benar khawatir tentang keselamatan dan kesejahteraan keluarga yang masih di Afghanistan. Mereka berada dalam ancaman,” pungkasnya.
Dari data Kanwil Kemenkumham Kepri, ada sebanyak 693 imigran atau pengungsi adal Afghanistan di Provinsi Kepri. Dengan rincian, Laki-laki 596 orang dan Perempuan 97 orang.
Sebanyak 333 pengungsi Afghanistan di Hotel Badhra Resort, Bintan. Di Hotel Kolekta, Batam sebanyak 175 pengungsi Afghanistan, di AND Sekupang, Batam sebanyak 181 pengungsi Afghanistan dan ada juga di penampungan mandiri sebanyak 4 pengungsi Afghanistan. Bar












