
Bintan, MR – Kantor Pencarian dan Pertolongan Tanjungpinang melakukan pemantauan dan pencarian terhadap hilangnya satu orang Warga Negara Asing (WNA) Belanda yang hanyut di wilayah Perairan Berakit, Bintan, Provinsi Kepulauan Riau, Senin (11/4/2022).
Dilaporkan pada 6 April 2022 dikabarkan empat WNA melaksanakan penyelaman di perairan Pulau Tokong Sanggol Mersing, Johor, Malaysia, kemudian diduga terseret arus hingga masuk ke perairan Lagoi Bintan Indonesia.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Tanjungpinang, Slamet Riyadi menyampaikan dikarenakan korban hanyut hingga ke perairan Indonesia, Pemerintah Malaysia meminta bantuan kepada pihak Indonesia untuk melaksanakan pemantauan apabila ditemukan tanda-tanda korban.
Bersama dengan unit SAR gabungan Polairud Bintan, Kantor Pencarian dan Pertolongan Tanjungpinang mengerahkan 1 unit kapal RB-209 sebagai armada untuk memantau di sekitaran wilayah Berakit, Pulau Bintan. Penerjunan dilaksanakan dengan mengerahkan seluruh ABK RB-209 dan 5 orang rescuer.
“Operasi SAR gabungan ini melakukan pemantauan dan pencarian di wilayah perairan Bintan setelah dikabarkan 4 hari korban dinyatakan hilang,” ujar Royadi.
Dijelaskannya, korban pertama atas nama Kristine Groedem (35) asal Norwegia ditemukan dan diselamatkan oleh kapal tunda/Tongkang kemudian dievakuasi oleh helikopter MMEA AW 139, pada 7 April 2022 lalu.
Kemudian, pada 9 April 2022 lalu dua korban lainnya ditemukan disekitaran perairan Bintan dalam posisi selamat. Kedua korban, kata Riyadi, atas nama Alexia Alexandra Molina (18) asal Prancis dan Adrian Peter Chesters (46) asal Inggris.
“Saat ditemukan dalam keadaan selamat para korban langsung dievakuasi ke RS Mersing, Johor, Malaysia untuk mendapatkan perawatan medis,” jelasnya.
Sementara satu korban lainnya yakni WNA asal Belanda atas nama Nathen Renze Chesters masih belum ditemukan. Dalam operasi tersebut, kata Riyadi, pihaknya fokus mencari satu korban yang belum ditemukan di perairan Bintan. Diakuinya kondisi cuaca menjadi kendala dalam operasi tersebut.
“Untuk satu korban lagi, kita terus melakukan pencarian hingga dua hari kedepan 12-13 April di sekitaran perairan pulau Bintan,” pungkasnya. Bar












