
Bintan, MR – sebanyak 53 imigran pencari suaka menjalani isolasi khusus di Hotel Badra, Kabupaten Bintan setelah dinyatakan positif covid-19 berdasarkan tes usap dan rapid antigen.
Ketua harian satgas covid-19 Kepri saat ditemui mengatakan, puluhan pencari suaka tersebut kini sudah ditangani oleh baik dan menjalani isolasi khusus di dalam kawasan hotel.
“Mereka diisolasi secara khusus dengan penjagaan aparat, semua pintu termasuk jalan tikus untuk keluar hotel sudah dijaga, tidak ada imigran yang diizinkan keluar hotel untuk menghindari penularan kepada masyarakat sekitar;” ujar Arif, Senin (31/5/2021).
Lebih lanjut Arif menjelaskan, penanganan covid-19 terhadap imigran pencari suaka ini telah dikoordinasikan dengan semua pihak, hingga dampak terburuknya.
“Sudah kita korrdinasikan kepada Kanwil Kemenkumham, dan IOM. Untuk makan dan minum mereka (IOM), Obat-obatan dan tenaga medis termasuk pengamanan, pemerintah daerah yang bertanggung jawab. dari pantauan rata-rata mereka OTG ( Orang tanpa gejala), namun jika ada gejala berat kita akan rawat di rumah sakit,” jelas Arif Fadillah.

Sementara Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kepri, M. Bisri yang ditemui di Kantor Gubernur berharap, dengan adanya kasus penularan covid-19 terhadap para imigran pencaria suaka, kedepannya pihak Detensi Imigrasi untuk membatasi aktivitas para imigran di luar kawasan hotel.
“Selama ini kan para imigran itu bebas bekeliaran, munkin saat ini, di masa pandemi sebaiknya mereka tidak dibiarkan berkeliaran, untuk meminimalisir penularan kepada masyarkat, biarlah mereka di dalam hotel, hotelnya kan cukup luas untuk beraktivitas,” harap Bisri.
Dari sekitar 400 imigran pencari suaka yang ditampung di hotel Badra, Kabupaten Bintan, 53 yang positif covid-19 menjalani isolasi khusus di 2 tempat yaitu kamar-kamar hotel di blok kampung Bali dan blok kampung Air. Red











