
Tanjungpinang, MR – Gubernur Kepulauan Riau (Kepri), Ansar Ahmad akhirnya angkat bicara menyoroti berita ditetapkannya 4 orang tersangka jaringan pengiriman Pekerja Migran Indonesia (PMI) ilegal yang tengelam di Johor Bahru, Malaysia.
Dalam peristiwa tersebut, mengakibatkan meninggalnya 21 orang PMI dan diperkirakan 30 orang lainnya masih dinyatakan hilang dan 13 orang ditahan otoritas Malaysia.
Menurut Ansar, berdasarkan hasil analisa dari setiap berita yang ia baca, bahwa dari tersangka ada yang berperan sebagai perekrut PMI yang menjadi korban kapal tenggelam tersebut. Mereka merekrut calon PMI dari agen-agen berbagai daerah. Setelah terkumpul kemudian dikirim ke Batam dan selanjutnya dibawa ke Bintan.
Dengan nada berat, Ansar mengatakan turut berbela sungkawa atas para korban dan meminta agar para keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan. Dia juga berharap para korban lainnya yang masih hilang bisa segera ditemukan.
Tidak hanya itu, mantan Bupati Bintan ini juga meminta agar para pelaku dihukum seberat-beratnya karena telah mengambil keuntungan pribadi. Apalagi kasus ini secara tidak langsung telah melibatkan wilayah Kepri.
“Bayangkan saja, mereka semua berangkat dengan penuh pengharapan, begitu juga keluarga yang ditinggalkan. Tapi justru pulang-pulang tinggal nama. Bagi siapapun yang punya hati nurani, kasus ini memilukan sekali. Maka saya minta agar siapa saja yang terlibat dihukum seberat-beratnya untuk memberikan erek jera,” tegas Ansar.
Dikatakan Ansar, bahwa dirinya sangat yakin jika kasus human traficking seperti ini merupakan sindikat dengan jaringan yang luas. Oleh sebab itu, Ansar memohon agar aparat penegak hukum terus mengerjar pelaku-pelaku yang lainnya.
“Terima Kasih Kepada aparat yang sudah bertindak cepat. Kita berharap pelaku-pelaku yang lainnya segera ditangkap. Dan kedepannya kasus-kasus seperti ini tidak terjadi lagi,” harapnya.
Terakhir Gubernur berharap agar para aparat juga lebih intens lagi melakukan patroli, guna mencegah agar hal serupa tidak terjadi lagi.
“Terus tingkatkan partoli dalam rangka pencegahan tindakan serupa, agar jangan sampai terjadi lagi,” pungkasnya. Red






