
Tanjungpinang, mejaredaksi – Penerapan QR Code MyPertamina untuk pengisian BBM jenis Pertalite pada kendaraan roda empat mulai berlaku di Kota Tanjungpinang, Kepri. Meski aturan ini sudah berjalan, masih banyak pengendara yang belum beralih menggunakan sistem QR code.
Penerapan QR Code berlaku sejak 1 September 2024, namun akibat banyak pengendara belum beralih, menyebabkan antrean panjang di beberapa SPBU.
Di SPBU Jalan Sei Carang, kilometer 9 Tanjungpinang, tampak banyak pengendara mobil masih memilih membayar tunai.
Menurut Deni, pengawas SPBU PJlan Sei Carang, pengendara yang tidak memiliki QR code hanya bisa membeli maksimal Rp200 ribu atau 20 liter Pertalite per hari.
“Jika tidak ada, pengisian Pertalite dibatasi. Sementara yang sudah memiliki QR code bisa mengisi hingga 120 liter per hari,” ujar Deni, Senin (2/9/2024).
Deni juga menambahkan, Petugas SPBU mencatat nomor polisi kendaraan yang mengisi tanpa QR code untuk mencegah pengisian berulang kali di hari yang sama.
“Antrean panjang terjadi karena petugas harus memeriksa data kendaraan sebelum pengisian. Kami minta pengendara segera mendaftar QR code, karena bulan depan pengisian tanpa QR code tidak akan dilayani sama sekali,” tegas Deni.
Sementara itu, seorang pengendara, Dini, mengaku belum mengetahui aturan baru ini.
“Saya baru tahu kalau harus pakai QR code. Tadi cuma bisa isi Rp200 ribu. Nanti saya akan daftar, karena biasanya saya isi lebih dari itu,” ujarnya.
Kebijakan ini diharapkan dapat meningkatkan pengawasan distribusi Pertalite agar lebih tepat sasaran. Namun, implementasi awalnya menimbulkan kendala bagi pengendara yang belum siap.
Penulis; ismail | Editor: Andri










