
Jakarta, mejaredaksi – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah mendeteksi kemunculan bibit siklon tropis baru, berlokasi di sekitar Laut Sawu (10.2oLS 121.0oBT) NTT.
Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati, mengungkapkan bahwa bibit siklon ini menunjukkan kecenderungan untuk menguat secara perlahan dalam beberapa hari mendatang, yang berpotensi memicu cuaca ekstrem.
Menyikapi hal tersebut, Dwikorita mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan.
“Kemunculan bibit siklon baru ini akan memicu terjadinya cuaca ekstrem. Jadi mohon kepada masyarakat diharapkan untuk lebih berhati-hati dan waspada,” ujar Dwikorita di Jakarta, Kamis (4/4/2024).
Dwikorita menekankan bahwa cuaca ekstrem dapat mengakibatkan kerugian baik secara materil maupun imateril, serta dapat memicu bencana hidrometeorologi.
Mengingat potensi terjadinya di pekan arus mudik, BMKG secara khusus mengimbau pemudik untuk memantau informasi cuaca dengan aktif sebelum melakukan perjalanan.
“Keselamatan harus diutamakan, bukan kecepatan,” tambahnya.
Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Guswanto, menjelaskan Bibit Siklon Tropis ini memiliki peluang rendah untuk menjadi siklon tropis dalam 24 jam ke depan, namun meningkat menjadi potensi sedang-hingga-tinggi dalam 2-3 hari mendatang saat sistem berada di sekitar Samudera Hindia selatan Nusa Tenggara Timur.
“Termasuk hujan lebat di wilayah Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur, angin kencang di sekitar Jawa Timur, Bali, serta gelombang tinggi di beberapa perairan,”jelasnya.
Secara keseluruhan, kombinasi fenomena cuaca tersebut berpotensi menyebabkan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat, disertai kilat dan angin kencang di sebagian wilayah Indonesia hingga 11 April 2024.
Rilis/ Editor: Panca












