
Natuna, MR – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) berencana menggunakan teknologi modifikasi cuaca untuk memperlancar proses pencarian korban bencana tanah longsor di Kecamatan Serasan, Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau.
Rencana ini disampaikan Kepala BNPB, Letjen TNI Suharyanto dalam konferensi pers, Rabu (8/3/2023) siang.
Digunakannya teknologi modifikasi cuaca ini ia sebut mengingat saat ini proses pencarian yang terkendala hujan.
“Sehingga cuaca bisa terang, dan pencarian bisa dilanjutkan,” demikian disampaikan Suharyanto.
Rencana ini disebut Suharyanto telah disepakati bersama BMKG, BIN dan TNI AU.
BNPB sendiri telah menetapkan status darurat bencana untuk tanah longsor di Kecamatan Serasan.
Ada dua fokus utama yang akan dilakukan BPNB terkait status ini.
Pertama, BNPB bersama TNI/Polri dan tim SAR lainnya akan semaksimal mungkin melakukan pencarian terhadap warga yang dinyatakan hilang. Pencarian terus dilaksanakan hingga status bencana berakhir.
Penambahan personel yang akan bergabung dalam proses pencarian juga terus dilakukan.
Suharyanto menyebut, ratusan personel Brimob masih dalam perjalanan bersama anjing pelacak.
Fokus penanganan lainnya adalah pemenuhan kebutuhan dasar bagi pengungsi.
Terdapat sebanyak 1200 lebih warga diungsikan akibat bencana ini. Pengungsi ditempatkan di sejumlah lokasi yang tersebar di Kecamatan Serasan.
Suharyanto menekankan agar bantuan logistik harus segera didistribusikan kepada pengungsi dan warga yang terdampak.
Penulis/Editor: Andri












