Tanjungpinang, mejaredaksi – Musim kemarau berkepanjangan mulai berdampak nyata bagi warga Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau. Aliran air bersih dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Kepri dilaporkan tersendat di sejumlah kawasan, memaksa warga mengeluarkan biaya tambahan demi memenuhi kebutuhan harian.
Gangguan distribusi air PDAM ini dirasakan sejak beberapa hari terakhir. Tak hanya aliran air yang kerap mati, warga juga kesulitan mendapatkan air bersih alternatif karena tingginya permintaan air tangki di tengah kemarau.
Lusiana, warga Jalan D.I Panjaitan Tanjungpinang, mengaku aliran air PDAM di rumahnya tidak lagi mengalir setiap hari seperti biasanya. Bahkan, dalam tiga hari terakhir air sama sekali tidak keluar, sementara kondisi sumur juga mengering.
“Biasanya air lancar tiap hari. Sekarang bisa sampai tiga hari tidak mengalir sama sekali. Sumur juga kering,” ujarnya, Jumat (6/2/2025).
Kondisi tersebut membuat Lusiana harus menggunakan air galon isi ulang untuk keperluan mandi anak dan mencuci peralatan dapur. Setiap hari, ia menghabiskan sedikitnya empat galon air dengan total biaya sekitar Rp24 ribu.
“Terpaksa pakai air galon. Mau beli air tangki antreannya panjang, banyak yang butuh juga,” katanya.
Situasi ini menunjukkan dampak ekonomi yang mulai dirasakan masyarakat akibat terganggunya distribusi air bersih. Pengeluaran rumah tangga meningkat, sementara kebutuhan air bersifat mendesak dan tidak bisa ditunda.
Menanggapi keluhan tersebut, Direktur PDAM Tirta Kepri, Abdul Kholik, menjelaskan bahwa gangguan aliran air disebabkan adanya perbaikan pipa di kawasan Jalan Gatot Subroto yang berlangsung lebih dari satu hari.
Akibat perbaikan tersebut, sejumlah wilayah terdampak, antara lain Jalan Ahmad Yani, Jalan Sei Jang, Jalan Sultan Machmud, Jalan Anggrek Merah, hingga Jalan D.I Panjaitan.
“Perbaikan pipa sudah selesai dan saat ini aliran air sedang dinormalkan kembali,” ujar Kholik.
Ia juga memastikan bahwa ketersediaan air baku masih dalam kondisi aman. Ketinggian air di Waduk Sungai Pulai maupun instalasi Gesek disebut masih normal dan mampu memenuhi kebutuhan pelanggan PDAM selama musim kemarau.
“Untuk Sungai Pulai masih aman, dan Gesek tetap beroperasi normal,” pungkasnya.












