
Tanjungpinang, MR – Penjabat (Pj) Walikota Tanjungpinang, Hasan memimpin rapat koordinasi penanggulangan kemiskinan ekstrem, bersama Dinas Sosial (Dinsos) setempat Selasa (10/10).
Hasan menyampaikan, salah satu konsentrasi dan tugas prioritas Pemerintah Kota Tanjungpinang adalah menurunkan angka kemiskinan.
Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2022, kata dia kemiskinan di kota Tanjungpinang mencapai angka 9,85 persen, atau sebanyak 546 kartu keluarga (KK)
“Mudah-mudahan pada tahun 2023 ini dapat berkurang, dan pada 2024 sesuai dengan arahan Presiden RI Kemiskinan ekstrem di Indonesia dapat menuju pada 0 persen,” ujar Hasan.
Untuk menurunkan angka kemiskinan, menurutnya perlu adanya kolaborasi bersama Dinas Sosial sebagai lintas sektor, termasuk peran pendamping PKH dalam mendampingi keluarga sasaran.
Masyarakat kota Tanjungpinang dengan kondisi kemiskinan ekstrem atau ekonomi lemah sudah dapat di petakan.
“Saat ini hanya tinggal eksekusinya saja, program apa yang dapat kita buat. Oleh karena itu, kami menerima seluruh masukan dan meminta pendapat dari pendamping PKH sembari mensinkronisasikan data PKH kementerian sosial dengan data BPS,” tambahnya.
Hasan menuturkan, atas peran serta dan kerja keras seluruh perangkat daerah dan stakeholder, Pemko Tanjungpinang mendapatkan apresiasi berupa Dana Insentif Daerah (DID) dari Kementerian Keuangan.
Anggaran ini diharapkan dapat dikembalikan lagi kepada masyarakat yang membutuhkan, melalui program-program dalam intervensi pada pengentasan kemiskinan.
“Diharapkan upaya penghapusan kemiskinan ekstrem yang dilakukan akan berdampak bagi kesejahteraan masyarakat, maka diperlukan sinkronisasi data agar eksekusi pelaksanaannya tepat sasaran,” kata Hasan.
Insentif untuk penghapusan kemiskinan ekstrim tersebut sebesar Rp.6.188.565.000. Sesuai instruksi kementerian keuangan, kata dia insentif ini dapat digunakan untuk masyarakat.
“Seperti bantuan modal, bantuan sosial, bantuan bibit, subsidi bunga untuk masyarakat UMKM, pemberian beasiswa, juga kegiatan masyarakat yang memberikan manfaat pada masyarakat miskin,” pungkasnya. (rilis)
Editor : Andri






