Kasus Covid-19 Negara Tetangga Melonjak, Satgas Kepri: Waspada Gelombang Ketiga di Akhir Tahun

Wakil Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Provinsi Kepri, Tjetjep Yudiana.

Tanjungpinang, MR – Meskipun kasus aktif Covid-19 di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) turun, Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 menghimbau kepada masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi gelombang ketiga lonjakan kasus Covid-19 di akhir tahun 2021.

Wakil Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Provinsi Kepri, Tjetjep Yudiana menyampaikan saat ini angka terkonfirmasi positif Covid-19 dapat terkendali dan Kepri berstatus PPKM level 1, namun potensi gelombang ketiga Covid-19 masih bisa terjadi.

Hal tersebut, kata Tjetjep, mengacu dari sejumlah negara-negara tetangga seperti di Singapura, Malaysia, Filipina, Thailand, juga Australia serta negara eropa seperti Inggris sedang mengalami lonjakan kasus Covid-19 yang tinggi.

Berdasarkan pengalaman lonjakan kasus Covid-19 gelombang pertama dan kedua sebelumnya di Indonesia khususnya Kepri baru akan terimbas lonjakan kasus tiga bulan setelah terjadi di negara-negara tersebut.

“Jadi, diprediksi gelombang ketiga bisa terjadi pada bulan Desember 2021 mendatang. Maka, kita harus tetap mewaspadai dan jangan lengah serta tetap mentaati protokol kesehatan,” ujar Tjetjep, Kamis (21/10/2021).

Dikatakan Tjetejp, pada akhir tahun mendatang diprediksi akan terjadi lonjakan mobilitas masyarakat dalam menyambut musim liburan sekolah, natal dan tahun baru. Sehingga, jika hal tersebut tidak diantisipasi sejak dini akan terjadi lonjakan kasus Covid-19 gelombang ketiga.

“Oleh karena itu, kita harus antisipasi sejak dini, jangan sampai masyarakat lalai menerapkan protokol kesehatan. Satgas Kepri akan terus melakukan pengawasan dalam menerapkan protokol kesehatan,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua Harian Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Provinsi Kepri, Lamidi menjelaskan dari data 20 Oktober 2021 pihaknya mencatat kasus aktif tinggal 67 orang.

Ia merincikan kasus aktif tersebut, tersebar di Batam 15 orang, Tanjungpinang 19 orang, Bintan 3 orang, Karimun 17 orang, Anambas 1 orang, Natuna 12 orang dan untuk Lingga nol kasus aktif.

“Jumlah kasus aktif tertinggi masih di Tanjungpinang, terendah di Lingga dengan nol kasus untuk saat ini,” terangnya.

Selain itu, Lamidi juga menyampaikan seluruh kabupaten dan kota di Kepri ditetapkan sebagai zona kuning atau risiko penularan sedang. Kemudian secara umum total konfirmasi se-Provinsi Kepri 53.821 orang, bertambah 9 orang, dengan rincian kasus aktif sebanyak 67 orang atau hanya 0,12 persen.

Sedangkan kasus sembuh sebanyak 52.000 orang, bertambah 5 orang atau 96,62 persen, adapun yang meninggal sebanyak 1.754 orang, atau 3,26 persen. BOR Rumah Sakit Se-Provinsi Kepri 3.11 persen dan Positivity Rate Kepulauan Riau di angka 0.23 persen.

“Namun dengan penambahan kasus saat ini mengalami penurunan, kita jangan lengah. Tetap tingkatkan terus kedisiplinan dalam menerapkan protokol kesehatan sehari hari baik di lingkungan keluarga, lingkungan kerja dan lingkungan masyarakat,” pungkasnya. Bar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *