Tanjungpinang, mejaredaksi – Jumlah kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau, menunjukkan tren peningkatan pada awal 2025.
Data dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Tanjungpinang mencatat total 23 kasus hingga Februari 2025, dengan Kelurahan Pinang Kencana menjadi wilayah paling terdampak.
Kepala Dinas Kesehatan Tanjungpinang, Rustam, menyebutkan bahwa Januari 2025 menjadi bulan dengan jumlah kasus tertinggi, yakni 20 kasus. Angka tersebut naik 60 persen dibandingkan Januari 2024 yang hanya mencatat 12 kasus.
“Jumlah kasus DBD pada Januari 2025 meningkat signifikan dibandingkan tahun sebelumnya,” ujar Rustam, Jumat (14/2/2025).
Sementara itu, pada Februari 2025, terdapat tiga kasus tambahan, sehingga total kasus DBD selama dua bulan pertama tahun ini mencapai 23 kasus.
Rustam menjelaskan, peningkatan tersebut salah satunya disebabkan faktor cuaca. Musim hujan di awal tahun menciptakan banyak genangan air yang menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk Aedes aegypti.
Selain faktor cuaca, Rustam menilai rendahnya kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan turut berkontribusi pada peningkatan kasus DBD.
Ia mengingatkan pentingnya program Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dengan melakukan langkah 3M Plus: Menguras, Menutup, dan Mendaur ulang barang bekas yang bisa menjadi sarang nyamuk.
“Dalam upaya pencegahan, masyarakat dapat meminta Abate secara gratis di Puskesmas terdekat,” tambah Rustam.
Rustam juga menekankan bahwa pengendalian kasus DBD memerlukan kerja sama semua pihak, bukan hanya tugas petugas kesehatan. Lingkungan yang bersih dan sehat merupakan kunci utama untuk mencegah penyebaran penyakit ini.
Penulis: Ismail | Editor: Andri












