Hal tersebut menunjukkan korelasi antara kepercayaan publik yang tercatat mengalami peningkatan dengan penerimaan pajak yang juga tercatat menunjukkan peningkatan sedemikian rupa. Hal ini tentu merupakan kabar baik yang patut “disyukuri” mengingat sempat terdapat sejumlah catatan kasus yang mencoreng nama baik otoritas perpajakan.
Capaian – capaian tersebut tidak terlepas dari sejumlah ruang perbaikan yang perlu diperhatikan oleh otoritas perpajakan demi meningkatkan performa pengelolaan penerimaan negara, terutama dari segi pajak, dan dalam hal ini, yang penting untuk diperhatikan adalah bagaimana otoritas perpajakan mampu menjaga kepercayaan publik sehingga penerimaan negara dapat tercapai dengan optimal.
Diperlukan adanya sistem administrasi perpajakan yang kredibel dan transparan sebagai penyokong tercapainya pengumpulan pendapatan secara maksimal. Penting bagi lembaga perpajakan untuk dapat membangun kepercayaan publik, yakni dengan secara efektif menegakkan hukum perpajakan agar implementasi peraturan di dalamnya dapat terlaksana secara adil.
Aspek penting lainnya adalah transparansi. Dengan adanya proses administrasi perpajakan yang transparan, kepercayaan publik terhadap otoritas perpajakan akan terbangun dengan sendirinya, dan dengan demikian, publik akan merasa bahwa mereka layak mematuhi serta melaksanakan kewajiban perpajakan yang melekat dalam dirinya selaku Wajib Pajak.
Tentu saja, untuk mewujudkan itu semua, diperlukan adanya sinergi antar lembaga, seperti lembaga perpajakan, penegak hukum, lembaga keuangan, hingga organisasi lintas negara agar tercapai efektivitas pengelolaan pajak secara menyeluruh.
Penulis: Yufada Hafidzah Prana







