Batam, mejaredaksi – Kepulauan Riau kembali menjadi sorotan nasional setelah menjadi lokasi pemusnahan sabu seberat 2 ton di Alun-Alun Engku Putri Kota Batam, Kamis (12/6/2025). Aksi ini menegaskan posisi Kepri sebagai garda terdepan dalam perang melawan jaringan narkoba internasional.
Pemusnahan dipimpin langsung oleh Menko Polhukam Budi Gunawan dan dihadiri Wakil Gubernur Kepri Nyanyang Haris Pratamura, bersama jajaran BNN, TNI AL, Bea Cukai, dan Polri.
Sabu tersebut merupakan hasil tangkapan besar dari kapal Sea Dragon Terawa yang berlayar dari perairan Thailand dan ditangkap aparat gabungan di wilayah laut Kepri.
“Ini bukan sekadar pemusnahan, tapi bentuk nyata kehadiran negara melindungi generasi muda dari ancaman narkoba,” tegas Nyanyang dalam sambutannya.
Barang bukti sebanyak 2.115.130 gram sabu dikemas dalam 67 kardus dengan ciri khas sindikat Golden Triangle, jaringan narkoba internasional yang dikenal kejam dan terorganisir.
Kepala BNN Kepri, Brigjen Pol. Hanny Hidayat, menambahkan bahwa keikutsertaan masyarakat dalam kegiatan ini memperkuat pesan bahwa perang terhadap narkoba adalah tanggung jawab bersama.
“Hari ini kita membakar lebih dari sekadar sabu — kita nyalakan semangat kolektif melawan narkoba,” ujarnya.
Dari estimasi BNN, sabu 2 ton ini berpotensi merusak 8 juta jiwa. Pemusnahan simbolis dilakukan di lokasi acara, sedangkan sisanya dimusnahkan di fasilitas pengelolaan limbah B3 resmi di Kabil, Nongsa.
Kepri, dengan letak geografis yang strategis, diakui sebagai salah satu jalur rawan penyelundupan narkoba. Karena itu, sinergi antara pemerintah, aparat, dan masyarakat menjadi kunci untuk menjaga wilayah ini dari ancaman jaringan narkoba lintas negara.
Editor: Panca











