Tanjungpinang, mejaredaksi – Tingkat literasi masyarakat di Kepulauan Riau (Kepri) mengalami penurunan signifikan.
Jika sebelumnya berada di angka 74 persen, kini turun menjadi 53 persen. Hal ini diungkapkan oleh Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kepri, M. Bisri, Senin (6/4/2026).
Menurutnya, perubahan pola konsumsi informasi masyarakat menjadi salah satu faktor utama penurunan tersebut.
“Orang sering scrolling itu bukan membaca, malah bisa merusak otak. Apalagi anak-anak, jika setiap hari hanya mengonsumsi media seperti itu, kecerdasannya bisa menurun,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa membaca yang berkualitas adalah aktivitas yang dapat dipertanggungjawabkan.
“Ini penting untuk membangun literasi pembaca buku. Saat ini ada pandangan keliru bahwa karena sudah ada HP, membaca tidak lagi penting. Padahal justru literasi digital dan pendidikan harus berjalan seimbang,” jelasnya.
Ia juga menambahkan bahwa literasi tidak lagi sekadar kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga mencakup pemahaman, analisis, serta penerapan informasi.
Ia mengatakan data kunjungan perpustakaan menunjukkan tren yang fluktuatif sepanjang tahun 2025.
“Pada Januari tercatat sebanyak 43.039 pengunjung, kemudian menurun drastis pada Maret menjadi 2.285 pengunjung,” sebutnya.
Untuk angka tersebut kembali meningkat pada Oktober dengan 5.956 pengunjung, sebelum kembali turun di Desember menjadi 2.820.
“Secara total, jumlah pengunjung perpustakaan sepanjang tahun 2025 mencapai 481.631 orang,” ungkapnya.
Memasuki tahun 2026, data Januari hingga April menunjukkan bahwa kunjungan tertinggi terjadi pada Januari sebanyak 4.787 orang.
“Sementara yang terendah pada April hanya 296 pengunjung,”tutupnya.












