Tanjungpinang, mejaredaksi – Sekitar 11 ribu warga di wilayah kerja BPJS Kesehatan Cabang Tanjungpinang harus menerima kenyataan kepesertaan BPJS Kesehatan segmen Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI-JK) mereka dinonaktifkan. Kebijakan ini merupakan dampak dari pemutakhiran data penerima bantuan agar subsidi negara benar-benar jatuh ke tangan yang tepat.
Data BPJS Kesehatan Tanjungpinang mencatat, ribuan peserta PBI yang dinonaktifkan tersebut tersebar di lima kabupaten/kota, yakni Kota Tanjungpinang, Kabupaten Bintan, Natuna, Kepulauan Anambas, dan Lingga. Kabupaten Bintan menjadi wilayah dengan jumlah penonaktifan terbanyak, mencapai 3.620 orang sejak Februari 2025.
“Bintan memang paling banyak. Tanjungpinang ada 2.471 orang, sedangkan yang paling sedikit di Kabupaten Lingga, hanya beberapa saja,” ujar Kepala BPJS Kesehatan Cabang Tanjungpinang, Nara Grace Ginting, Selasa (10/2/2026).
Menurut Grace, penonaktifan tersebut bukan karena pengurangan layanan, melainkan bagian dari pembersihan dan pembaruan data penerima bantuan. Pasalnya, iuran BPJS Kesehatan PBI sepenuhnya dibiayai oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), sehingga validitas data menjadi krusial.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa mayoritas warga masih terlindungi jaminan kesehatan negara. Saat ini, total peserta BPJS Kesehatan PBI yang masih aktif di lima daerah tersebut mencapai 189.599 orang.
“Bintan memang paling banyak yang dinonaktifkan, tapi peserta PBI baru yang dimasukkan juga banyak, sekitar 1.800 orang. Setiap bulan selalu ada data baru yang muncul,” jelasnya.
Terkait kuota PBI di masing-masing daerah, BPJS Kesehatan tidak memiliki kewenangan penuh. Data penerima sepenuhnya berada di tangan Kementerian Sosial dan Dinas Sosial daerah setempat.
Kabar baiknya, peserta yang dinonaktifkan masih memiliki peluang untuk diaktifkan kembali, terutama bagi warga yang sedang membutuhkan layanan kesehatan mendesak.
“Kalau yang bersangkutan sedang sakit, kepesertaannya bisa langsung diaktifkan kembali. Syaratnya ada surat keterangan sakit,” pungkas Grace.






