
Tanjungpinang MR – Satreskrim Polresta Tanjungpinang tengah menyelidiki adanya dugaan pengoplosan beras yang dilakukan di salah satu gudang di wilayah setempat.
Video aktivitas menganti kemasan dan dugaan pengoplosan beras berlogo BUMN ini sempat beredar di laman YouTube.
Dalam konten tersebut, beras premium Bulog berlogo BUMN terlihat dipindahkan ke kemasan beras premium bermerk lain.
Dalam video ini, merk beras yang terlihat ialah Cap Anak Terbang, Sunkist dan masih banyak lagi.
Kasi Humas Polresta Tanjungpinang, Iptu Giofany Casanova menyatakan dugaan pengoplosan beras tersebut telah ditindaklnjuti Satuan Reserse Kriminal.
Saat ini Satreskrim Polresta Tanjungpinang dia sebut masih melakukan penyelidikan dan pendalaman.
“Iya benar kami sudah terima pengaduan dari masyarakat terkait video yang beredar itu mengenai beras. Kami masih menyelidiki apakah video itu benar terjadi. Yang diperiksa karyawan yang berkaitan dengan video itu. Terkait Dugaan di oplos masih kami dalami,” ungkap Giofany singkat, Selasa (10/10/2023).
Sementara itu, Kepala Bulog Cabang Tanjungpinang, Meizarani menegaskan bahwa pengoplosan beras dan menganti kemasan memang dilarang dilakukan. Apalagi beras tersebut merupakan beras untuk masyarakat.
Menurut Meizarani, pihaknya kerap mengimbau kepada agen dan toko pengecer agar beras yang dibeli dari Bulog dapat dijual langsung ke masyarakat.
“Kita sering imbau mereka untuk mengikuti aturan, baik beras medium maupun premium. Kita tidak menghendaki mereka untuk mengemas ulang,” ungkapnya.
Merizarani menambahkan, Satgas pangan yang terdiri dari Bulog Tanjungpinang bersama Polresta dan Disperindag setempat telah bekerjasama untuk memantau dugaan aktivitas pengoplosan beras tersebut.
“Kami akan terus melakukan pemantauan, seminggu dua kali. Besok juga akan kita memonitoring ke agen atau toko pengecer,” pungkasnya. (*)
Penulis: M Ismail
Editor: Andri










