Tanjungppinang,mejaredaksi – Sekretaris Daerah (Sekda) Tanjungpinang, Zulhidayat, menegaskan pentingnya kualitas data dalam pelaksanaan Sensus Ekonomi (SE) 2026 karena hasilnya akan menjadi dasar penyusunan kebijakan pembangunan di tingkat daerah hingga nasional.
Hal itu disampaikan saat membuka Pelatihan Petugas Sensus Ekonomi 2026 Gelombang II yang diselenggarakan Badan Pusat Statistik (BPS) Tanjungpinang di Nite and Day Hotel, Rabu (10/6/2026).
Menurutnya, data yang dihimpun petugas sensus tidak sekadar menjadi angka statistik, tetapi berperan penting dalam menentukan arah pembangunan, penyusunan program prioritas, hingga kebijakan ekonomi pemerintah.
“Data yang dikumpulkan menjadi fondasi pengambilan kebijakan. Karena itu, petugas harus menjaga integritas dan memastikan informasi yang diperoleh benar-benar sesuai kondisi di lapangan,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan tantangan pendataan saat ini semakin kompleks seiring berkembangnya ekonomi digital. Petugas dituntut memahami perubahan pola usaha, transaksi, hingga pemasaran yang kini banyak dilakukan secara daring.
Sementara itu, Kepala BPS Kota Tanjungpinang, Yulia Tri Madani, menjelaskan seluruh petugas telah melalui proses seleksi dan pembekalan yang mencakup pelatihan teknis, e-learning, hingga simulasi lapangan.
“Kami berharap petugas mampu memahami konsep pendataan dan membangun komunikasi yang baik dengan responden sehingga proses sensus berjalan optimal,” kata Yulia.
Pelatihan gelombang kedua diikuti 91 peserta yang terdiri dari Petugas Pencacah Lapangan (PCL), Petugas Pemeriksa Lapangan (PML), dan petugas BPS. Setelah pelatihan, mereka akan melakukan pendataan selama sekitar dua setengah bulan dengan target 700 hingga 900 unit usaha per petugas.










