Tapi penutup kepala bisa disiasati dengan memakai payung.
Selama beribadah, jemaah haji, khususnya jemaah pria jangan berpikir gengsi untuk memakai pelembab bibir dan kulit. Ini akan sangat membantu mencegah kulit dan bibir menjadi kering.
Hindari Aktivitas di Luar Ruangan
Menjelang dan selama puncak haji, tenaga medis tidak bosan menyampaikan imbauan protokol kesehatan.
Imbauan di antaranya berupa rutin mengkonsumsi air putih (300 ml per jam), mengkonsumsi vitamin, dan oralit sebagai pengganti cairan tubuh.
Vitamin dan oralit biasanya dibekali ketika jemaah berada di Asrama Haji, sehari sebelum meninggalkan tanah air. Kalau pun tidak ada, vitamin dan oralit bisa diminta dengan petugas medis.
Selain itu, jemaah juga diingatkan untuk tidak beraktivitas di luar ruangan, termasuk tidak memaksakan diri untuk melaksanakan shalat berjamaah di Masjidil Harom.
Jemaah bisa melaksanakan shalat lima waktu di hotel tempat jemaah haji ditempatkan. Di hotel ada mushala. Dan setiap lantai hotel biasanya juga dapat dipergunakan untuk shalat berjamaah.
Klinik Kesehatan di Setiap Hotel

Jemaah haji yang mengalami sakit tidak perlu khawatir karena bisa berobat setiap waktu.
Setiap hotel ada klinik khusus melayani jemaah untuk memeriksakan kesehatan dan meminta obat. Layanan ini gratis. Termasuk pula ketika jemaah harus dirawat inap atau dirujuk ke rumah sakit. (bersambung)
Penulis / Editor: Andri






