Batam, mejaredaksi – Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menegaskan pentingnya peran komunitas perantau dalam mendorong kemajuan daerah.
Hal itu disampaikannya saat menghadiri pelantikan pengurus DPD Persatuan Keluarga Daerah Piaman (PKDP) dan DPD Generasi Muda Pariaman (GEMPAR) Kota Batam di Mall Botania 2, Sabtu (02/5/2026) malam.
Ia mengingatkan bahwa pelantikan organisasi bukan sekadar agenda seremonial. Ia menekankan pentingnya langkah konkret melalui program kerja yang jelas dan terukur.
“Setelah dilantik, harus langsung bergerak. Organisasi harus punya arah dan program nyata agar keberadaannya benar-benar dirasakan masyarakat,” ujarnya dalam sambutan.
Ia juga mengajak warga asal Padang Pariaman yang tinggal di Batam untuk menumbuhkan rasa memiliki terhadap kota tersebut. Menurutnya, semangat sebagai perantau tidak boleh menjadi alasan untuk pasif dalam pembangunan.
“Jangan hanya merasa sebagai orang rantau. Kita ini bagian dari Batam. Kalau rasa memiliki itu kuat, kontribusi pasti akan mengikuti,” kata Amsakar.
Lebih jauh, ia menilai sinergi antara pemerintah dan paguyuban memiliki peran strategis, terutama dalam menjaga kebersihan lingkungan, penataan kota, hingga menciptakan iklim investasi yang sehat.
Amsakar juga mengingatkan pentingnya menjaga suasana kondusif di tengah masyarakat dengan mengedepankan energi positif serta menghindari perdebatan yang tidak produktif.
Di kesempatan yang sama, ia memaparkan capaian pembangunan Batam yang menunjukkan tren positif. Realisasi investasi tercatat mencapai Rp69,3 triliun atau melampaui target yang ditetapkan sebesar Rp60 triliun.
Selain itu, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Batam berada di angka 88,8—tertinggi di Kepulauan Riau dan menempati peringkat keempat di Sumatra.
“Angka kemiskinan juga berhasil ditekan menjadi 3,81 persen, dan tingkat pengangguran terus menurun. Ini menunjukkan arah pembangunan kita sudah berada di jalur yang tepat,” jelasnya.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa keberlanjutan pembangunan membutuhkan keterlibatan semua pihak, termasuk komunitas perantau.
“Ke depan, kita butuh kerja bersama untuk menciptakan lompatan besar bagi Batam yang lebih maju,” tutupnya.












