
TANJUNGPINANG, MR – Dampak dari virus corona merambah kepada jasa Bus Pariwisata. 80 bus milik PT Bintan Paradis Transportasi tak berjalan.
Ketua Association of Indonesian Travel Agent (ASITA) Tanjungpinang-Bintan, Safril Sembiring mengatakan, bus tidak berjalan sejak adanya larangan masuk turis dari Tiongkok ke Indonesia. Biasanya dalam satu hari itu minimal 40 bus berjalan melayani wisatawan.
Penurunan cukup terasa, saat ini bus hanya beroperasi saat libur akhir pekan saja. Dengan tidak beroperasi bus ini cukup terasa untuk finansial terutama dalam bentuk pembayaran angsuran.
“Bus beroperasi saat weekend saja, paling banyak hanya lima hingga 10 bus yang berjalan, ” katanya.
Dengan kondisi ini, Sapril berharap pasar wisatawan domestik menggeliat di Bintan dan Tanjungpinang. Dengan demikian, pelaku usaha pariwisata dan transportasi berjalan kembali.
Lanjutnya, mengatasi hal tersebut, pihaknya bersama dengan hotel untuk menguatkan kembali pasar domestik, yang mana pemerintah pusat mencoba untuk menurunkan harga tiket pesawat.
“Ini upaya kita menghidupkan kembali dengan kondisi yang sulit dengan pasar domestik,” sebutnya.
Menurutnya, nantinya juga kita akan menyusun paket wisata dengan harga yang murah dan menyasar untuk domestik seperti Jakarta, Medan dan Pekanbaru.
Ini upaya yang harus kita lakukan untuk mengisi pasar yang kosong sekarang, selain itu juga kami mengharap pemerintah daerah ikut berperan aktif serta dalam upaya-upaya menguatkan pasar domestik.
“Kalau dilihat wisatawan nusantara untuk berwisata makan momentum ini bisa dilakukan dan pemerintah daerah juga lebih giat lagi melakukan promosi, ” jelasnya.
Salah satunya kemaren kita melakukan even karnival gemilang yang mana dalam acara ini dihadiri sekitar 5 ribu pengunjung.
“Kita harap dengan kemudahan dan kebijakan pemerintah saat ini dapat mendongkrak kunjungan wisatawan domestik,” pungkasnya. (red)












