Harga Daging Sapi di Tanjungpinang Naik Jelang Lebaran, Pedagang Ungkap Penyebabnya

Tanjungpinang, mejaredaksi – Menjelang Lebaran Idul Fitri 2025, harga daging sapi segar di Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau, mengalami kenaikan. Para pedagang kini menjual daging sapi seharga Rp170 ribu per kilogram, naik Rp20 ribu – Rp30 ribu dari harga normal berkisar Rp 140 ribu – Rp150 ribu per kilogram.

Menurut Thamrin, salah satu pedagang di Pasar Bintan Center, harga ini sudah berlaku sejak sepekan sebelum lebaran. Ia menegaskan bahwa sejak 2018, harga daging sapi selalu berada di angka minimal Rp170 ribu per kilogram saat menjelang Lebaran.

“Kalau ada yang jual di bawah harga itu, patut dipertanyakan kualitasnya. Bisa jadi oplosan, karena modal untuk mendatangkan sapi ke Tanjungpinang sangat besar,” ujarnya.

Thamrin mengungkapkan bahwa harga sapi dari daerah asal, seperti Nusa Tenggara Timur (NTT), sudah mencapai Rp140 ribu per kilogram. Ditambah dengan ongkos pengiriman yang mencapai Rp3,6 juta per ekor, harga jual di pasaran harus disesuaikan agar pedagang tidak merugi.

Sementara itu, seorang pembeli, Artria, mengaku sedikit keberatan dengan kenaikan harga yang selalu terjadi setiap tahun menjelang Lebaran.

“Setiap tahun memang naik, tapi mau tidak mau tetap harus beli untuk kebutuhan Lebaran,” tuturnya.

Puncak permintaan daging sapi biasanya terjadi dua hari sebelum Lebaran. Thamrin menyebut, pada hari itu, jumlah sapi yang terjual bisa mencapai 19 ekor dalam sehari.

Penulis: Ismail       |       Editor: Andri

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *