Kesaksian Warga Selamat dari Longsor Serasan: “Dalam Hitungan Detik Tanah Bergulung Menyapu Perkampungan”

Namun pada akhirnya ia dan empat temannya berhasil menghindar dari terjangan tanah longsor itu. Mereka selamat.

Dalam kondisi napas terengah, Syamsudin menyaksikan pemandangan mengerikan. Puluhan rumah warga yang tadinya tegak berdiri kini rata dengan tanah.

Demikian pula badan jalan yang sedari pagi dibersihkan sudah tak lagi bisa dibedakan.

Suasana sesaat hening namun kemudian pilu oleh tangis dan teriakan histeris.

Terbayang oleh Syamsudin bagaimana rekan-rekan yang tadi ia tinggalkan. Teringat pula wajah keluarga yang bermukim di perkampungan itu.

“Tidak lama. Hanya dalam hitungan detik,” ujar Syamsudin.

 

Adik Perempuan Belum Ditemukan

Proses evakuasi terhadap korban ditemukan meninggal dunia, Selasa (7/3/2023). (Foto Dokumen Pemkab Natuna)

Dan bencana yang terjadi dalam waktu sesingkat itu dia sebut telah menimbun sedikitnya 30an lebih warga Desa Genting.

“Adik kami sampai sekarang belum ditemukan. Adik kami yang perempuan. Juga sepupu. Ada juga keluarga istri kami yang lainnya,” papar Syamsudin.

Ia menghitung, sedikitnya ada 30an orang di Desa Genting yang dia ingat tertimbun material.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kepri merilis, hingga Rabu (8/3/2023), bencana longsor yang menimbun 27 rumah Kecamatan Serasan telah memakan 12 koban jiwa.

Jumlah korban meninggal dimungkinkan bertambah mengingat masih ada 43 warga dinyatakan hilang dan diduga tertimbun material.

Sebanyak 1216 warga terdampak diungsikan dalam bencana ini.

Penulis/Editor: Andri M

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *