
KARIMUN- Komisi III DPRD Kepri melakukan pertemuan dengan manajemen PT Soma Daya Utama, di Batam, Kamis (15/3). Pertemuan membahas perkembangan pembangunan PLTU berkekuatan 2×25 di Batam. Sebelumnya Komisi III sudah terlebih dahulu melakukan peninjauan lapangan ke lokasi pembangunan PLTU di Kabupaten Tanjung Balai Karimun.
Direktur Utama PT Soma Daya Utama Franky Yason memaparkan proses pembangunan PLTU telah mencapai tahap finalisasi penerapan tarif. “Saat ini kami juga tengah mengurus perizinan untuk pembangunan pelabuhan batubara untuk kepentingan mesin pembangkit,” jelas Franky Yason.
Ia mengatakan target pembangunan PLTU rampung dan bisa beroperasi pada kwartal pertama tahun 2020. Proses pembangunannya memakan waktu 24 sampai 28 bulan.
PLTU ini nantinya melayani kebutuhan listrik di Zona I Kabupaten Tanjung Balai Karimun dengan luas sekitar 30 kilometer persegi. Sisanya akan dilayani oleh PT PLN (Persero).

Menanggapi hal tersebut, Ketua Komisi III DPRD Kepulauan Riau, Widiastadi Nugroho, mengatakan agar proses pembangunan pembangkit listrik PT Soma dapat dilaksanakan dengan baik. PT Soma Daya diminta untuk memperhatikan serius terkait kontruksi supaya jangan meleset dari waktu yang diperkirakan. Setelah beroperasinya PLTU diharapkan juga kepada manajemen PT untuk memberdayakan masayarakat setempat. “Jangan nanti setelah beroperasi malah banyak tenaga kerja asing sementara warga sekitar PLTU hanya sedikit ,” Ungkap pria yang kerap disapa Mas Iik.
Mas Iik juga meminta pembangunan PLTU harus berdampak bagi warga Karimun. Selain pasokan listrik, warga sebisa mungkin merasakan dampak positif lainnya seperti CSR, perekrutan tenaga kerja dan masih banyak lagi.
Sementara itu anggota komisi III, Sahmadin Sinaga mengatakan saat ini calon pelanggan dari PLTU baru sekitar 25 MW. PT Soma diharapkan mengantisipasinya. “Apakah dengan jumlah pelanggan tersebut sudah bisa menutupi biaya produksi listrik yang mencapai 50 MW,” tanya Sahmadin.
Anggota Komisi III yang lain, Saproni menambahkan bahwa dengan beroperasinya PLTU ini, PT Soma harus bisa mengantisipasi ketika terjadi beban puncak. “Jangan ketika mencapai beban puncak nanti terjadi pemadaman, ini yang harus kita antisipasi betul-betul,” tambahnya.
Dalam pertemuan lanjutan tersebut hadir juga wakil ketua komisi III Surya Makmur Nasution, sekretaris komisi Raja Bachtiar, anggota komisi III Raja Astagena, Suryani, Asep Nurdin, Joko Nugroho dan Alex Guspeneldi.









