Batam, mejaredaksi – Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Kepri sukses membongkar belasan kasus narkotika menonjol sepanjang Agustus hingga pertengahan September 2025. Paling mengejutkan adalah penemuan sebuah mini laboratorium narkotika di Batam, yang menjadi bukti nyata betapa canggihnya modus operandi para sindikat.
Kapolda Kepri, Irjen Pol. Asep Safrudin dalam konferensi pers, Selasa (16/9/2025), mengungkapkan bahwa dalam kurun waktu tersebut, total 30 kasus berhasil diungkap dengan 39 tersangka.
Barang bukti yang diamankan tak main-main ribuan gram sabu, puluhan ribu butir ekstasi, serta berbagai jenis narkotika lainnya.
Mini Lab Narkoba: Bukti Keberanian Sindikat
Salah satu pengungkapan paling fenomenal adalah penggerebekan mini laboratorium narkotika di kawasan Tanjung Piayu, Batam. Di lokasi ini, polisi menemukan tidak hanya barang jadi, tetapi juga bahan-bahan mentah dan peralatan produksi.
“Kami menyita sabu seberat 5,5 kilogram, 556,3 gram serbuk ekstasi, serta berbagai bahan kimia dan peralatan untuk memproduksi narkoba,” ujar Dirresnarkoba Polda Kepri, Kombes. Pol. Anggoro Wicaksono.
Penemuan ini menjadi alarm serius bagi aparat penegak hukum dan masyarakat. Jika sebelumnya Batam dikenal sebagai jalur distribusi, kini terungkap bahwa para sindikat telah berani menjadikan kota ini sebagai lokasi produksi.
“Kami terus mendalami siapa yang mengajarkan mereka proses produksi dan siapa yang mengendalikan jaringan ini,” tegas Kapolda Asep.
Sepanjang tahun 2025, Ditresnarkoba Polda Kepri mencatat capaian luar biasa dengan mengungkap 216 kasus dan mengamankan 298 tersangka.
Berbagai barang bukti senilai miliaran rupiah berhasil disita, termasuk 127 kilogram lebih sabu, puluhan ribu butir ekstasi, hingga seribu gram heroin.
Kombes. Pol. Anggoro Wicaksono menambahkan, dari seluruh barang bukti yang diamankan, negara diperkirakan telah menyelamatkan lebih dari 853.040 jiwa masyarakat Indonesia dari bahaya narkotika.
Angka fantastis ini menunjukkan betapa masifnya peredaran narkoba dan betapa pentingnya peran Polda Kepri dalam memutus rantai kejahatan ini.
Keberhasilan operasi ini tak lepas dari kerja sama yang solid antara Polda Kepri dengan berbagai instansi terkait, seperti Kejaksaan, BPOM, BNNP, dan Bea Cukai.
“Penyelidikan akan terus dikembangkan hingga ke sumbernya. Kami akan menelusuri pola komunikasi dan mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama mendukung program P4GN (Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkoba) agar generasi muda dapat terlindungi dan masa depan bangsa tetap terjaga,” tutup Kapolda Ase












