Jakarta, mejaredaksi – Menjelang bergulirnya ajang Piala Dunia 2026 pada Juni mendatang, Kepolisian Negara Republik Indonesia mengingatkan masyarakat untuk lebih waspada terhadap maraknya potensi penipuan berkedok tiket nonton bareng (nobar) hingga praktik judi bola ilegal.
Peringatan itu disampaikan Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri, Trunoyudo Wisnu Andiko, dalam konferensi pers kesiapan pengamanan Piala Dunia 2026 di Gedung TVRI, Jakarta, Kamis (7/5/2026).
Menurutnya, euforia pesta sepak bola dunia kerap dimanfaatkan oknum tidak bertanggung jawab untuk menjalankan modus penipuan, terutama penjualan tiket nobar palsu melalui media sosial maupun platform digital.
“Masyarakat dapat memanfaatkan layanan hotline 110 untuk melaporkan apabila menemukan indikasi penipuan,” ujar Trunoyudo.
Polri juga tengah menyiapkan sistem pengawasan terpadu bersama TVRI guna memastikan pelaksanaan nobar resmi berjalan aman dan tertib. Bahkan, tidak menutup kemungkinan akan dibuka kanal pengaduan khusus selama penyelenggaraan nobar berlangsung.
“Nantinya memungkinkan ada hotline bersama dengan TVRI terkait pelaksanaan nobar, mengingat seluruh penyelenggara telah terdaftar sehingga pengawasan dapat dilakukan secara lebih optimal,” jelasnya.
Selain penipuan, Polri turut menyoroti potensi peningkatan praktik judi bola online yang biasanya melonjak saat kompetisi internasional berlangsung. Aktivitas ilegal tersebut dinilai dapat memicu tindak kriminal lain serta menimbulkan kerugian finansial bagi masyarakat.
“Judi bola harus kita antisipasi bersama. Jangan sampai momentum ini justru dimanfaatkan untuk aktivitas melanggar hukum yang dapat menimbulkan kerugian,” tegasnya.
Polri pun mengajak masyarakat menikmati atmosfer Piala Dunia dengan semangat sportivitas tanpa memicu gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
Sebagai informasi, Piala Dunia 2026 akan digelar di tiga negara tuan rumah, yakni Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko pada Juni hingga Juli 2026. TVRI selaku pemegang hak siar resmi di Indonesia juga berencana menggelar nobar di 34 stasiun daerah yang dapat diakses masyarakat secara terbuka.












