
Tanjungpinang, mejaredaksi – Pemerintah Kota (Pemko) Tanjungpinang akan mulai memperbaiki 100 rumah tidak layak huni (RTLH) di Tanjungpinang, pada Mei 2024 mendatang.
Sekretaris Daerah (Sekda) Tanjungpinang, Zulhidayat menyampaikan, bedah RTLH bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat ekonomi lemah.
Selain itu, menurutnya program perbaikan RTLH juga menjadi salah satu upaya untuk mengatasi persoalan stunting di Tanjungpinang.
“Sebab, stunting dan kemiskinan ini berpotensi sangat overlap, dimana kemiskinan menjadi akses terhadap gizi sehingga ibu hamil dapat beresiko melahirkan anak yang stunting,” kata Zulhidayat, Jumat (19/4).
Ia menerangkan, perbaikan ratusan RTLH akan disesuaikan dengan data lokasi stunting dan kemiskinan. Sehingga, lokasi yang paling berpotensi akan mendapatkan kuota yang lebih banyak.
“Kita juga akan kolaborasikan sinergi datanya, dimana sasarannya juga akan mempertimbangkan bagi warga yang beresiko stunting,” tambahnya.
Adapun perbaikan 100 rumah ini ditafsir akan menelan anggaran hingga Rp.1 miliar lebih, setiap rumah akan didanai lebih dari Rp.20 juta.
Selain memperbaiki RTLH, Pemko berencana akan membangun jamban atau toilet di rumah-rumah yang berpotensi stunting, serta penyediaan air minum di beberapa titik lokasi.
Sebab menurut Sekda, bayi stunting bukan hanya disebabkan karena faktor kekurangan gizi, namun juga dibawahi karena faktor lingkungan.
“Kita berharap untuk sebulan ke depan pengadaan ini sudah dimulai, dengan anggaran kurang lebih Rp.1 miliar,” tutupnya.
Penulis: Ismail
Editor: Andri






