
Tanjungpinang, MR – Pj Walikota Tanjungpianng, Hasan S.Sos menyarankan untuk melakukan intervensi terhadap kenaikan harga sejumlah kebutuhan di Tanjungpinang, Kepulauan Riau.
Hasan mengatakan, fluktuasi harga bahan pokok seperti gula pasir, beras, dan cabai untuk diupayakan intervensi harga agar tidak terjadi kenaikan secara signifikan.
“Kami berharap agar fluktuasi harga bahan pokok seperti gula pasir yang melonjak hingga Rp15 ribu kenaikan cabai sekitar Rp 88 ribu hingga Rp 98 ribu dan harga beras yang masih stabil, terutama beras SPHP sekitar Rp 56.500, dapat diberikan perhatian serius dengan tindakan intervensi saat harga naik.” ujar Hasan
Menurut Hasan, stok beras yang dikelola oleh Bulog saat ini mencapai 3.200 ton dari sebelumnya 2.700 ton dan diprediksi cukup hingga akhir tahun.
“Alhamdulillah, kita sekarang memiliki stok beras yang cukup hingga akhir tahun, menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru.” sebutnya.

Mengenai harga gula yang meroket, Hasan meminta agar Bulog turut campur tangan dalam mengatur biaya angkutan dan faktor lain yang memengaruhi harga.
“Bila perlu kita beri solusi agar biaya-biaya lainnya dapat diminimalisir sehingga ada kesepakatan untuk stabilitas harga eceran tertinggi bagi pemasok. Kita memang bukan daerah penghasil komoditi, tetapi kita ambil dari daerah lain sehingga perlu dihitung berapa ongkos kirim sampai ke Tanjungpinang,” imbuhnya.
Terakhir, Hasan mengajak seluruh pengusaha pemasok bahan pokok untuk berkolaborasi dengan Pemerintah Kota Tanjungpinang guna menjaga stabilitas harga bahan pokok.
“Ini adalah tanggung jawab bersama kita semua, dan saya mengharapkan para pengusaha pemasok bahan pokok untuk terus bekerja sama dalam menjaga stabilitas harga bahan pokok, sehingga kita dapat terus mengendalikan inflasi di Kota Tanjungpinang,” tandasnya.
Penulis/Editor: Syaiful












