
Karimun, MR – Tim Intel Lanal TBK bekerja sama dengan personel Posal Leho berhasil mengungkap kasus perompakan kapall di Selat Malaka dan Selat Singapura. Tiga dari lima perompak ini ditangkap usai menggelar pesta sabu di Desa Pongkar, Kabupaten Karimun, Selasa (31/10/2023).
“Setelah kita tracking posisi, mereka ada di Pongkar. Kita jemput mereka, dan ternyata malamnya selesai pesta sabu. Mereka bersenang-senang dan berpikir sudah bisa mengelabui petugas,” ujar Palaksa Lanal TBK, Mayor Laut (KH) P Panjaitan, Rabu (1/11/2023).
Ketiganya kemudian dibawa ke Mako Lanal TBK untuk pemeriksaan lebih lanjut. Sayangnya, dua rekannya telah melarikan diri sebelum penangkapan.
Sementara, Kapten Laut (E) M Amir Mahmud, Pasintel Lanal TBK, mengungkapkan, Modus operandi kelompok perompak ini sangat terencana, dimana mereka menggunakan aplikasi ship info untuk menentukan sasaran mereka.
Aplikasi tersebut berisi informasi tentang nama kapal, spesifikasi kapal, kecepatan, dan muatan kapal. Setelah menentukan sasaran, mereka menggunakan kapal jenis pancung untuk mendekati kapal target.
Dalam aksi perompakan, empat orang perompak akan menaiki kapal sasaran untuk mencuri sparepart, sementara satu orang akan menunggu di kapal pancung.
“Mereka lalu menghubungi pembeli dan mengirim (hasil curian) lewat TIKI,” ujar Amir.
Kelompok ini dikenal sebagai kelompok Mardian alias Jangkung alias Panjang, yang telah beroperasi sejak tahun 2000. Hingga tahun 2023, mereka telah melakukan aksi perompakan sebanyak 10 kali.
Aksi perompakan di Selat Malaka dan Selat Singapura telah menimbulkan kekhawatiran yang luas, bahkan mencuri perhatian dunia internasional.
Baru-baru ini, terjadi insiden perompakan di atas kapal MV Merchia di mana para perompak melakukan penusukan terhadap nahkoda.
Penulis: Putra
Editor: Panca
Berita Terkait: 3 dari 5 Perompak Kapal di Selat Malaka dan Selat Singapura Ditangkap Lanal TBK










