Batam, mejaredaksi – Duka mendalam menyelimuti prosesi pelepasan dan pemakaman almarhum Bripda Natanael Simanungkalit, anggota muda kepolisian yang diduga menjadi korban penganiayaan oleh senior. Upacara penghormatan terakhir digelar oleh Kepolisian Daerah Kepulauan Riau, Kamis (16/4/2026), sebagai bentuk penghargaan atas pengabdian almarhum.
Rangkaian prosesi dimulai dari rumah duka di Perum Buana Mas, sebelum jenazah diberangkatkan ke Tempat Pemakaman Umum (TPU) Temiang, Kota Batam. Upacara pemakaman dilaksanakan secara kedinasan dengan penuh khidmat, diiringi suasana haru dari keluarga dan rekan sejawat.
Sejumlah pejabat Polda Kepri turut hadir, di antaranya Dirpamobvit Kombes Pol.Rudy Cahya Kurniawan dan Dansat Brimob Kombes Pol. Arief Doddy Suryawan. Kehadiran mereka menjadi simbol penghormatan institusi atas kepergian anggota polisi tersebut.
Di tengah suasana duka, perhatian publik turut tertuju pada latar belakang kematian Bripda Natanael yang diduga terkait tindak kekerasan internal. Isu ini memantik keprihatinan luas dan menjadi sorotan terhadap pentingnya pembinaan serta pengawasan di lingkungan kepolisian.
“Kepergian almarhum menjadi kehilangan besar bagi kami semua. Kami memberikan penghormatan setinggi-tingginya atas pengabdian almarhum selama bertugas sebagai anggota Polri,” ujar Rudy dalam sambutannya.
Keluarga almarhum, termasuk ayahanda Roy Azmar Simanungkalit dan ibunda Ros Dewi Napitupulu, tampak tegar meski kesedihan tak terbendung. Tangis haru mengiringi setiap tahapan prosesi pemakaman.
Polda Kepri menegaskan akan terus memberikan dukungan moril kepada keluarga yang ditinggalkan. Selain itu, nilai-nilai pengabdian yang ditunjukkan almarhum diharapkan dapat menjadi teladan bagi seluruh personel.












