
Natuna, mejaredaksi – Bertempat di Gedung Aula Rapat, Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Natuna menggelar latihan dialog bertajuk Table Top Exercise Indonesia Singapura (TTX SAREX INDOPURA) pada Rabu Pagi (20/3/2024).
Kegiatan tersebut melibatkan partisipasi dari Kantor Pencarian dan Pertolongan Tanjung Pinang, Airnav Indonesia, Rescue Command Center Singapura, serta ATC Singapura.
Dalam latihan tersebut, Indonesia yang diwakili oleh Basarnas dan Singapura yang diwakili oleh CAAS (Civil Aviation Authority of Singapore) menskenariokan sebuah pesawat fiktif AT76 dengan Callsign PK-SRX.
Pesawat ini terbang dari Bandara Hang Nadim Batam menuju Bandara Ranai Raden Sadjad Natuna membawa 20 penumpang, termasuk empat awak kru dan 16 penumpang. Cuaca buruk memaksa ATC Singapura untuk mengizinkan PK-SRX untuk menyimpang sejauh 10 nm dari jalur penerbangan awal.
Pada pukul 0100 UTC, PK-SRX memberikan panggilan Mayday kepada ATC Singapura di koordinat 020400 N 1055800 E. Mendapat informasi tersebut, Airnav Indonesia segera berkoordinasi dengan Basarnas Command Center dan Civil Aviation Authority of Singapore untuk menetapkan status darurat.
Kantor Pencarian dan Pertolongan Natuna, yang bertindak sebagai SAR Mission Coordinator (SMC), memimpin koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan untuk pencarian dan penyelamatan.
Tujuan dari skenario latihan ini adalah untuk meningkatkan koordinasi dan pemahaman dalam menghadapi situasi darurat seperti kecelakaan pesawat di wilayah tersebut.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Natuna, Abdul Rahman mengatakan bahwa latihan tersebut telah meningkatkan pengetahuan dan kesiapan timnya dalam menghadapi situasi darurat.
Penting bagi kami untuk terus mengembangkan wawasan dan pengetahuan dalam melakukan koordinasi, terutama dengan negara-negara yang berbatasan langsung dengan wilayah utara Indonesia, di Natuna.” jelas Abdul Rahman.
Rilis/Editor: Panca








